Waktunya sudah tiba, Priviina sudah tinggal bersama Marie dalam 3 hari, 3 hari dihabiskannya untuk membiasakan dengan kehidupan militer, kini Priviina baru-baru saja menerima misinya yang pertama dengan Marie. Marie menunggu Priivina di sebuah truk, truknya berukuran sangat besar, sebuah truk Zil-131, truk ini dapat memuat puluhan tentara, Marie kali ini tidak merasa sendiri, Marie langsung menyambut kedatangan Priviina, Priviina kali ini menggunakan seragam militer yang sama seperti Marie, seragam tentara “Westlands”, meski seragamnya berasal dari divisi yang berbeda, Marie merasa biasa saja, lagi pula karena seragam “Southlands” untuk ukuran Marie sendiri sudah habis. Priviina dengan helm dan rompi anti pelurunya yang berat, Priviina terlihat nyaman dengan pakaian ini, dari mukanya saja ia terlihat cukup menikmatinya, dibandingkan dengan Marie, Marie duduk berhadapan dengan Priviina, mukanya terlihat berkeringatan, air keringat mengucur dari segala sisi kepala Marie, membuat rambut Marie basah, seragam yang dikenakan Marie terlihat basah, lehernya yang basah, sehingga meninggalkan sebuah bercak air keringat, Marie terlihat gelisah, menggaruk-garuk kepalanya, tetapi tangan Marie terhentikan oleh helmnya yang sangat kecil.
Saat ini Truknya akan mulai berangkat, operasi dipimpin oleh 2 “staff car” salah satunya ditumpangi oleh komandan Marcel, di sampingnya terdapat dua BTR-80, di posisi terdepan terdapat sebuah tank T64, sedangkan barisan paling belakang diikuti oleh 5 truk Zil-131, masing-masingnya diisi 40 personil. Konvoi bisa dibilang cukup ramai, operasi ini termasuk skala yang cukup besar, menyerang kota kecil, tempat tinggal asli Priviina, terasa ada yang menganjal di pikiran Priviina, membuatnya cukup tegang saat lokasi yang akan diserbu adalah kota asal lahirnya, tetapi ini bertabrakan dengan pikiran Priviina yang sangat loyal dengan “value” para pasukan “Southland dan Westland Rangers”.