AES133 Kelompok KPB Pt.2
SamBin
Thursday March 10 2022, 10:59 AM

Kegiatan berkelompok di KPB bagi saya sendiri adalah sebuah aktivitas yang seringkali dilakukan, frekuensinya sudah menjadi cukup banyak, utamanya saat masuk ke semester 2 pembelajaran di KPB kelas 11. Di awal-awal semester 2 dari bulan Januari kegiatan KPB mulai kembali menjadi kesatuan, proyek kelas mulai muncul kembali dan beroperasional, selesainya proyek mandiri di semester 1 mempermudah anggota kelas 11 untuk kembali berkolaborasi dengan kelas lainnya, utamanya kelas 11 dan 12. Proyek terbaru yang dimulai adalah proyek Gambung kelas 11, proyek ini sebenarnya salah satu proyek gabungan dengan koperasi Semi Palar, karena gabungan dengan koperasi, maka potensi kolaborasi cukup mempunyai koneksi yang cukup luas, meluas sampai orang-orang yang akan diajak kerjasama di Gambung untuk proyek ke depannya. Kegiatan kelompok yang sebelumnya dilaksanakan biasanya berbasis anggota dari kelas 10, 11 dan 12, kegiatan ini biasanya dilaksanakan di sekolah, kadang dilakukan dalam “zoom meeting” atau “google meeting”, intinya dilakukan secara “online”. Saat ini selain kegiatan proyek, terdapat juga sesi kelas semesta, mempelajari topik seperti “leadership” dan “assessment”, satunya dipimpin oleh Kak Andy sebagai pengajarnya, diikuti semua anggota kelas KPB, satunya untuk kelas “assessment” mempelajari dan diskusi bersama semua anggota kelas KPB untuk cara membuat sebuah “assessment” yang baik.

Awal kegiatan ini biasanya dilakukan bersamaan, dari kegiatan awal kami adalah beberapa sesi diskusi untuk perencanaan kegiatan proyek Gambung, dari proyek ini kelas 10, 11 dan 12 dibagi ke beberapa kelompok. Ada yang mengurus perumusan proposal proyek, pembuatan data keuangan, sisanya mengurus untuk komunikasi dengan kakak atau pihak asing dari Gambung. Saya sendiri bertugas sebagai salah satu anggota perumus proposal, meski sebenarnya proposal ini dibuat secara bersamaan di “zoom meeting”, biasanya dipimpin oleh anggota dari kelas 11, mereka memandu anggota kelas 10, 11 dan 12 lainnya selama proses pembuatan proposalnya. Acara pertemuan pembuatan proposal ini tidak selalu berjalan dengan lancar atau sepenuhnya aktif, seketika masuk ke pertemuan “online”, masih ada yang berdiam dan tidak aktif, contohnya tidak melampirkan pertanyaan atau ikut berdiskusi dengan anggota kelompok KPB lainnya, sehingga membuat suasana kegiatan hening dan “awkward”. Momen “awkward”, ini seringkali terjadi dalam proses pertemuan online di aplikasi “zoom meeting” atau “google meeting”, momen seperti ini terjadi sesaat ada kegiatan diskusi atau sesi pertanyaan, diawali dengan anggota kelas 12, kelas 12 yang biasanya mempimpin acara ini, sering terjebak dalam posisi dimana anggota kelas lainnya tidak aktif, sehingga membuat mereka cukup bingung dengan keaktifan dan partisipasi kelas lain.

Dilanjut dengan permasalahan sebelumnya, ketidakaktifan selama sesi “google meet” adalah sebuah permasalahan besar yang masih terjadi di KPB, utamanya bisa dari kelas 10 atau kelas 11 sendiri. Situasi seperti ini membuat banyak jalannya acara berkelompok KPB kacau dan tidak teratur, contoh kasusnya saat dibuatnya proposal proyek Gambung KPB, dari awal acara anggota k12 meminta agar semua orang membantu mengisi proposal ini, ada beberapa anggota yang dipisah secara perkelompok untuk mengisi beberapa bagian tertentu dari proposal ini, k11 mendapatkan tugas untuk mengisi detail kegiatan proyek kertas, sisanya mendapatkan porsi untuk mengisi latar belakang utama. Kegiatan ini sangat mengandalkan komunikasi dan diskusi, sayangnya tidak dilakukan secara efesien, sesaat kelas 12 meminta bantuan atau ide isi untuk latar belakang dari kelas lainnya, tidak ada yang merespon, apalagi saat kakak mulai masuk ke forum diskusi, memulai membahas isi proposal, saat ini terdapat bagian isi proposal, setiap orang sudah mendapatkan tugasnya, tetapi saat ada bagian yang salah atau perlu diperbaiki, orang yang bertanggung jawab untuk mengerjakan bagian tersebut tidak merespon. Tidak adanya respon ini membuat bingung anggota K12, karena itu proposalnya perlu dilanjutkan kembali saat kegiatan kelompok di sekolah, dimana kami semua bertemu secara fisik, berkomunikasi secara langsung, sejak mulai beraktifitas secara “offline”, prosesnya berjalan dengan cukup efesien, tidak ada kejadian yang “diam”, atau ada yang kebingungan posisi tugas saat tugasnya dibagikan. Seketika kegiatan pembuatan proposal dilakukan di sekolah, saya langsung ditunjuk untuk mengetik isi proposal, sebenarnya saya lebih terjurus untuk mengetik perbaikan latar belakang dan “rundown” proposal Gambung, dengan dipandu oleh anggota k12 dan k10 sebagai perwakilan untuk masing proyek yang mereka kerjakan nantinya, seperti proyek “workshop sabun” dan proyek Sinau secara keutuhannya.

*iklan*

Halo Warga Smipa, apa kabar!  Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order...  Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa...

@sageproject_=

https://www.instagram.com/sageproject_/?hl=en

Warung Smipa=

https://warungsmipa.id/store/sage-project/

You May Also Like