AES77 Kongguksu
Kirana Kasih
Thursday August 25 2022, 6:13 PM
AES77 Kongguksu

Makan mie tapi kuahnya susu kedelai? Lagi-lagi karena menonton drama Korea alias drakor aku menemukan makanan yang menarik. Aku sudah pernah melihat makanan ini di dua drama yang telah aku tonton, yaitu Start-Up dan Hospital Playlist. Jadi nama makanan ini adalah kongguksu. Makanannya berupa mie yang disajikan dengan kuah berbahan dasar kedelai dalam kondisi dingin. Sebelumnya aku juga pernah membuat mie dingin khas korea yang bernama bibim guksu dan ternyata rasanya enak. Jadi aku penasaran dengan rasa kongguksu, apalagi ketika dimakan terlihat sangat creamy.

Untuk membuat kongguksu ini terdapat dua cara, yaitu menggunakan kacang kedelai atau menggunakan tahu. Karena yang tersedia di rumahku adalah kacang kedelai jadi aku coba yang kacang kedelai saja. Yang membuat kongguksu ini terlihat creamy dan berbeda dengan susu kedelai adalah kacang kedelainya ikut dihancurkan. Jadi kalau susu kedelai biasanya hasil kacang kedelai yang sudah diblender dengan air akan diperas dan dibuang ampasnya. Namun untuk kongguksu si kacang kedelainya digunakan juga. 

Bahan dan cara membuatnya simple namun butuh waktu. Kacang kedelainya perlu didiamkan dulu terendam air semalaman. Setelah direndam dan sudah mengembang, waktunya untuk memasak kacang kedelai dengan cara direbus. Dari video yang aku tonton, cara cepat mematangkannya adalah dengan merebusnya di api besar selama 15 menit dan api kecil selama 5 menit. Hasilnya kacang kedelai akan menjadi lembut. Namun kacang kedelaiku hasilnya tidak lembut, agak “kletek” saat aku coba memakannya. Setelah direbus lagi pun tetap saja tidak menjadi lembut. Akhirnya aku coba saja melanjutkannya dengan hasil seperti itu.

Selanjutnya kita hanya perlu menghancurkan si kacang kedelai menggunakan blender. Ditambahkan juga kacang pinus dan wijen yang telah disangrai untuk memperkaya rasa. Bisa juga menambahkan garam sesuai selera. Masalahnya kacang kedelaiku tidak sepenuhnya hancur ketika diblender. Sepertinya karena saat dimasak hasilnya tidak lembut, karena biasanya ketika aku menggunakan blender ini hasilnya tetap bisa halus. Atau bisa jadi aku menambahkan terlalu banyak air di awal jadi si kacang kedelai kurang mengenai pisau penghancurnya. Aku pun hanya punya wijen saja di rumah sehingga tidak menambahkan kacang pinus. Akhirnya aku pasrah dengan hasilnya dan langsung memindahkan bahan kuah itu ke wadah untuk dimasukkan ke kulkas agar dingin.

Penyajian kongguksu juga mudah. Tinggal menyajikannya dengan mie somen/somyeon dan untuk pendampingnya bisa ditambahkan timun yang diiris tipis, tomat, dan telur rebus. Dan jadilah kongguksu! Bagaimana rasanya? Yaaa agak hambar dan cukup banyak ampas yang terasa. Walaupun rasanya kurang memuaskan tapi cukup menarik sih mengetahui dan mencoba makanan ini. Cara pembuatannya yang terlihat simple ternyata cukup sulit untuk mendapat hasil yang sama. Yaaa aku rencananya ingin mencoba membuatnya lagi tapi dengan referensi yang lebih banyak sehingga hasilnya pun bisa mendekati rasa asli kongguksu.     

You May Also Like