Saya yakin banyak yang pernah mendengar ungkapan yang sangat terkenal oleh Vincent Van Gogh: Great things are done by a series of small things brought together. Ini akan jadi bahan renungan saya pagi ini.
Kita seringkali begitu terpaku akan sebuah goal yang sangat besar dalam hidup. Itu menurut saya sangat wajar dan bagus, setiap orang memang memiliki mimpi, setiap orang memiliki keinginan dan cita-cita. Seperti sejak saya kecil selalu diajarkan entah oleh guru atau orang tua yang mendorong saya untuk mengejar cita-cita setinggi langit, belajar hingga ke negeri China dan sebagainya. Cita-cta, dan keinginanan menjadi pemicu kita untuk terus berjuang untuk maju dan mewujudkan purpose of our lives.
Dalam perjalanan hidup, sadar atau tidak sadar kita seolah-olah sedang memutar sebuah roda yang penuh dengan banyak pilihan, atau kalau membandingan dengan meja roulette, penuh dengan angka-angka. Banyak perhentian dan titik-titik dalam kehidupan kita terhenti pada pilihan-pilihan kecil, angka-angka kecil. Lalu kita kecewa karena seolah-olah kesempatan yang kita tunggu-tunggu tidak pernah muncul. Jangan putus harapan, karena seperti yang Van Gogh katakan, dan saya percaya itu, bahwa hal-hal yang besar dan yang luar biasa terjadi dari serangkaian kejadian-kejadian kecil yang kita satukan. Justru mungkin karena kita terlalu terpaku pada kesempatan-kesempatan besar maka kita tidak pernah sadar bahwa banyak hal-hal kecil yang bisa kita raih terlewatkan.
Sama seperti puzzles, hahahaha.. Lagi-lagi ke sana ya?. Memang ini perumpamaan yang sangat cocok. Puzzle itu baru terbentuk dengan indah baru jika kepingan-kepingan kecil kita satukan menjadi sebuah karya yang indah. Bukan begitu? Bisa saja kita mulai dari sudut kecil yang kalau diperhatikan hanyalah sesuatu yang sederhana tidak menggambarkan apa-apa, mungkin malah hanya satu warna, tapi jika terus menerus rangkaian kepingan kecil-kecil ini kita satukan akan menjadi sebuah gambaran yang luar biasa.
Memang banyak kejadian dalam hidup kita ketika hanya kebagian peran-peran kecil, kita menjadi discouraged, mengecilkan hati dan kita lalu mengeluh, "Yah kok gini-gini aja, kapan bisa maju?" saya yakin kita mengalami hal seperti ini berulang kali. Tapi pernahkah kita pikirkan bahwa hal-hal kecil itu sebenarnya membentuk kita menjadi sebuah pribadi yang utuh yang kemudian hari peran-peran kecil itu menjadi serangkaian pelengkap untuk sebuah kesuksesan besar? Pernah membaca atau menonton film tentang Steve Job? Pencetus berdirinya Apple? Dia mulai dari garasi, menawarkan idenya yang terus menerus ditolak karena dianggap ide "telepon menggunakan TV" itu gila dan tidak masuk akal. Banyak cerita-cerita inspiratif yang bisa kita temukan. Apalagi sekarang yang semacam itu bisa dengan mudah kita jumpai di internet, ada ribuan atau mungkin jutaan. Tapi setelah membaca cerita-cerita itu, kita biasanya kembali dengan perkataan yang discouraging, "Ya itu khan mereka, saya mah apa lah. Mungkin gilirannya tidak akan pernah tiba!" Hahaha.. Iya, saya terus-terusan mengalami itu.
Jangan salah, saya menulis ini bukan karena mengganggap saya sudah berhasil. Jauh dari itu, malah. Sekarang saya cuma pekerja kantoran biasa yang duduk di salah satu cubicle di sudut dengan gaji pas-pasan bahkan banyak utang! Hahaha.. Tapi walau bekerja di sebuah cubicle kecil di sudut (walau untungnya berjendela besar hahahaha), itu tidak akan pernah terjadi jika saya dulu tidak pernah bekerja berjualan roti lapis! Jika saya tidak pernah mencuci piring di restoran, memesan bahan baku dari supplier, mengatur cashflow perusahaan, mengatur anak buah untuk selalu membersihkan dapur, mencolokkan termometer setiap beberapa jam agar menjaga suhu supaya tidak terkontaminasi bakteri dan sebagainya, maka sudut kecil berjendela besar ini tidak akan pernah bisa menjadi tempat saya bersembunyi 8 jam setiap hari selama 5 hari seminggu! Peran kecil di cubicle di sudut tidak akan pernah menjadi milik saya selama bertahun-tahun. (oh catatan: itu benar-benar di sudut loh, karena memang saya memilih di situ, enak dan nyaman jauh dari gangguan, hehehe)
Apakah ini gambaran besar yang sudah saya bentuk dan selesai? Saya yakin tidak. cubicle di sudut itu hanya fragmen kecil yang tetunya adalah bagian dari gambaran yang jauh lebih besar. Sekarang saya masih sedang bekerja membayangkan karya apa yang sebetulnya sedang saya lkukan ini. Karena jika saya membayangkan kehidupan saya ini sebagai sebuah lukisan yang besar dan utuh, maka yang sedang saya lakukan sekarang ini hanya menyatukan kepingan-kepingan kecil dari kepingan-kepingan yang lebih kecil-kecil lainnya di salah satu sisi dari gambar besar. Bedanya dengan puzzle, dari awal kita sudah tahu gambar apa yang akan kita kerjakan. Hidup berbeda, kita idak punya gambaran apa-apa sejak kita mulai menyusun kepingan-kepingan puzzle itu. Saya sama sekali tidak tahu, tapi sekarang saya sudah menyadari apa saja yang sudah saya satukan.
Lalu apa rencana saya ke depan? Mudah! Cuma 2 kata: Keep going! Walau sekarang atau nanti kita akan menghadapi peristiwa-peristiwa yang mengecilkan hati, yang discouraging, itu tidak masalah, karena saya tahu itu hanya rangkaian dari bagian-bagian kecil yang harus saya raih dan harus saya satukan untuk menjadi sebuah karya besar. Sekali lagi, Great things are done by a series of small things brought together. Ah saya suka sekali kata-kata Van Gogh ini!
Foto Credit: Pexels.com