AES134 Pembelajaran KPB Chapter 2
SamBin
Friday March 11 2022, 9:10 AM

Belajar, aktivitas ini adalah sebuah esensial selama proses kegiatan saya di KPB, mau dari awal memasuki jenjang kelas 10, 11 dan 12 sendiri untuk ke depannya. Kini untuk di jenjang kelas 11 saya belajar beberapa hal, jumlahnya sendiri cukup memuaskan, meskipun sesi pembelajarannya sendiri hanya terjadi saat berkegiatan dengan anggota KPB lainnya, dengan kelas 10 dan kelas 12, sesinya sendiri diadakan pada awal-awal Januari 2022, pada tanggal 17 Januari 2022 hari Senin. Saat itu saya mengikuti sesi kelas semesta bersama Kak Andy dan anggota kelas 10, 11 dan 12, tepat di pendopo sekolah, sesi ini berjalan dalam beberapa jam, dari awal sesi kegiatan Kak Andy membawakan materi terkait “leadership”, cara untuk memimpin. Saat itu saya mendapatkan pemahaman baru terkait sebuah posisi pemimpin, memimpin sebuah kelompok, siapa pun yang mendapatkan posisi pemimpin biasanya dikenal dengan keahlian berorganisasinya yang hebat, dapat mengambil tanggung jawab sambil memerintah pengikutnya. Kenyataannya berbeda, pemimpin tidak selalu berhubungan memimpin sebuah kelompok, atau berkaitan dengan seorang sosok pemimpin seperti presiden, untuk melakukan hal atau mendapatkan posisi ini, kita harus mulai memimpin diri sendiri, tanpa “self guidance”, belajar mulai memimpin diri sendiri untuk melakukan hal-hal sederhana, seperti rutinitas harian, dengan mengkonsistensikan hal tersebut kita dapat melakukan hal-hal yang lebih besar, mengambil target-target besar akan memerlukan waktu dan proses yang sulit, berbeda dengan memulai dari kecil dulu. Memimpin diri sendiri adalah sebuah hal yang dikenal mempunyai sebuah tanggung jawab, seperti yang saya sebut sebelumnya yaitu rutinitas harian, kenyataannya berbeda, terbagikan ke tanggung jawab diri sendiri, menjaga kesehatan dan pikiran sendiri, memimpin diri untuk menjaga kesehatan, melakukannya dengan konsisten dapat membentuk sebuah kebiasaan baru, membiasakan diri dengan suatu hal yang biasanya kita tahu dan pernah lakukan, tetapi belum dilakukan secara konsisten.

Melakukan sebuah kebiasaan baru yang baik tentu diinginkan oleh orang-orang. Saat ditanyakan yang mau untuk melakukan atau memimpin perubahan ini, biasanya orang-orang sudah mulai kabur, karena bukan sebuah kebiasaan, atau hanya menginginkan untuk menikmati perubahannya saja. Mendapatkan sebuah posisi pemimpin biasanya menggunakan sebuah standar, dan niat dari diri sendiri, banyak orang menganggap posisi ini sulit untuk dilakukan, tetapi sebenarnya semua orang-orang dapat memimpin. Memimpin adalah sebuah tahap untuk mencapai sebuah tujuan, sama pula seperti sebuah proses belajar, belajar untuk mengetahui sebuah informasi, sebuah ilmu pengetahuan, biasanya setelah belajar di sekolah, dari bahan pelajaran matematika, IPA, IPS dan Bahasa Indonesia, kadang kala orang-orang suka bingung, mau diapakan pengetahuan tersebut. Berkaitan dengan topik ini, hari ini saya belajar terkait sebuah pepatah, mengajarkan tentang apa gunanya mengetahui tanpa menggunakan apa yang diketahui, contohnya bisa diambil dari kata ilmu pengetahuan, pengetahuan adalah bentuk informasi yang diketahui, dan ilmunya berhubungan dengan cara pemaparannya di kehidupan. Sejak mengikuti kelas ini saya menjadi lebih paham, cara saya berpikir terkait topik posisi pemimpin dan ilmu pengetahuan berubah sepenuhnya, lebih mengerti cara untuk menerapkan kedua hal tersebut ke kegiatan kehidupan sehari-hari, seperti memulai kebiasaan saya dalam rutin menggambar.

Sesi pembelajaran ini tidak berhenti disitu saja, pada kegiatan kelas kedua, kegiatannya tidak spesifik sebuah sesi belajar untuk materi tertentu, tetapi apa yang saya dapatkan dari kegiatannya mengajarkan saya beberapa hal. Tepat pada tanggal 02/02/2022, kami mengadakan sebuah sesi “google meeting” untuk membahas dan membuat proposal proyek Gambung. Sesi ini dipimpin dan dibimbing oleh beberapa anggota kelas 12, ada 3 anggota kelas 12 yang aktif untuk mengajak kami berdiskusi untuk topik pembuatan proposal, dalam merumus proposal ini kelas saya, kelas 11 dan kelas 10 ikut dalam kegiatan ini, intinya semua anggota kelas dari KPB ikut berpartisipasi, karena kegiatannya “online”, seringkali terjadi sebuah permasalahan, frekuensinya sendiri masih cukup tinggi, seringkali terulang-ulang pada kegiatan “online” lainnya. Dimulainya proses diskusi, kami diminta untuk memberikan opini, saya mencoba memberikan sebuah opini atau tanggapan, biasanya saat ada menanyakan untuk sebuah kesepakatan ide tertentu, yang diminta dari kami hanyalah tanggapan “ya” atau “tidak”, sayangnya sering ada yang diam dan tidak menjawab, tetapi saat dipaksa, atau dipilih langsung dengan disebut namanya, pasti menanggapi. Permasalahan ini anehnya hanya terjadi saat “online” saja, tetapi saat mengikuti kelas secara “offline”, semua anggotanya aktif, serasa ada sebuah beban yang didapatkan saat mengikuti “kelas online”, antara suasana kegiatanya atau kebiasaan yang belum terbangun.  Kebiasaan berkegiatan “offline” sudah terbangun di kebanyakan anggota KPB, saat di sekolah, semua anggota cukup aktif, saat diminta pertanyaan mereka menjawab dengan jelas, saat diberikan sebuah tugas, tugasnya dikerjakan dengan aktif dan serius, dari apa yang saya amati, ini ada sebuah kebiasaan yang terbangun oleh suasana sekolah, suasana seriusnya muncul karena ada rasa “official”, rasa tanggung jawab sesaat menghadirkan diri di sekolah, secara pikiran dan fisik sendiri, tetapi sayangnya sifat ini belum terbangun saat kegiatan “online”, mungkin karena suasana rumah, atau distraksi, kadangkala ada faktor luar, seperti koneksi internet atau sebuah tanggung jawab dan kebiasaan yang sering terjadi di rumah, bagi saya sendiri penyababnya adalah rasa nyaman, nyamannya suka terbawa jauh, sehingga melupakan prioritas utama, seperti kegiatan sekolah, untungnya bagi saya sendiri, saya usahakan agar hal ini tidak pernah terjadi pada diri atau pemikiran saya, karena cukup berdampak dalam kegiatan saya menggambar, jika saya masuk dunia kerja, kebiasaan ini harus berubah, demikian agar proses menggambarnya efektif, hasilnya tidak jauh berbeda saat bekerja di kantor, dimana sifat professional adalah perilaku yang diperlukan.

*iklan*

Halo Warga Smipa, apa kabar!  Dalam rangka menggalang dana untuk live in Kelompok Gobak Sodor ke Gambung, kami menjual produk baru nih...Yaitu kalender dan notes! Terbuat dari kertas daur ulang yang ramah lingkungan, serta hadir dengan desain yang menarik. Produk ini EXCLUSIVE ya, karena dibuat sendiri oleh kami makannya untuk pembelian harus pre-order...  Bila tertarik untuk pre-order, bisa mengontak admin 081931390418 (Thania), atau kunjungi Instagram kami @sageproject , dan bisa juga kunjungi Warung Smipa...

@sageproject_=

https://www.instagram.com/sageproject_/?hl=en

Warung Smipa=

https://warungsmipa.id/store/sage-project/

You May Also Like