AES063 Kisah Keluarga Kasur
Sanya
Saturday December 14 2024, 10:41 PM
AES063 Kisah Keluarga Kasur

Di rumah ada satu tempat spesial yang jarang bisa ditemukan di tempat lain, suatu tempat yang cukup membanggakan dan membuat orang bertanya-tanya saat melihatnya. Apalagi kalau bukan kasurku. Di kamar ada tempat tidur istimewa dengan ukuran fantastis. 370cm panjangnya. Luar biasa

Alkisah awalnya kasur ini hanya seorang diri. Saat itu dia hanya berukuran 120cm saja. Dihuni oleh seorang anak smp yang masih bau apek bertubuh kurus. Nyatanya kecintaan terhadap leyeh-leyeh ternyata bisa mengantarkannya sampai selesai menjadi sarjana. Kemudian setelah pemiliknya memiliki pasangan yang tubuhnya lumayan berisi si kasur mini ini tak sanggup menahan beban berat dan posisinya tergeser oleh kasur baru, si junior yang memiliki tubuh lebih besar, 180cm. Kasur mini pensiun setelah pengabdiannya selama ini.

Tak sampai 2 tahun pasangan itu memiliki anak. Anak kecil imut yang cepat sekali membesar. Badan gempalnya memenuhi hampir ⅓ luasan. Capek tidur dengan posisi tidak menentu, pasangan itu akhirnya membuatkan co-bed untuk si anak. Kasur mikro yang ukurannya 70cm saja dengan harapan anak itu dapat tidur dengan nyenyak di kasur barunya yang nyatanya justru ibunyalah yang menempati ½ tubuhnya diatas kasur tersebut.

Lambat laun si anak imut ini bertumbuh, menempati ruang yang lebih luas. Tak kalah cepat sang ayah pun bertumbuh kedepan. Menyisakan sedikit ruang saja untuk si ibu beristirahat. Berbagai upaya telah dilakukan mereka untuk membujuk si anak kecil ini untuk tidur di kamarnya sendiri. Namun sayang belum saatnya dia bergerak untuk pindah. Sedikit ide gila terpikirkan menjadi solusinya.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Suatu pagi dihari libur paman dari jepara datang berkunjung, semesta pun mendukung ide gila si ibu yang sudah lelah tidur tak nyenyak selama ini. Membuat rangka tempat tidur sepanjang 300cm untuk menggabungkan kedua kasur miliknya. Agar bentuk dan posisinya tidak bergeser, menahan berat badan 2 orang yang gemar sekali saling berguling berpindah posisi mencari permukaan kasur yang sejuk dan melupakan keberadaan si ibu yang sudah di ujung kasur berjuang agar tidak terjatuh.

Bagai jin dan jun yang baik hati permintaan aneh itu dikabulkan sang paman sambil terpingkal. Selama hidupnya sebagai pengrajin kayu belum pernah ada permintaan macam ini. Membuat rangka kasur raksasa untuk dijadikan tempat istirahat sang ponakan yang sudah lelah berjuang mempertahankan hak wilayah tidurnya.

Tak lama kemudian dengan kekuatan bulan, pesanan pun datang. Ujian berikutnya datang setelah melihat rupa dimensinya. Perlu 8 orang mengangkut rangkaian itu ke lantai atas. Tempat para manusia yang saat tidur refleks otot geraknya dapat berpindah tempat,  masih belum hilang kesadarannya walaupun dalam kondisi tertidur pulas.

Rupanya membuat rangka kasur raksasa itu menjadi solusi terbaik yang pernah dilakukan. Si ibu dapat menempati kasur lamanya yang seharusnya sudah pensiun namun jasanya belum ada yang bisa menggantikan. Para pengelana malam dapat leluasa saling berguling di sisi yang lain. Mereka pun akhirnya dapat berdamai tanpa mengganggu keheningan masing-masing.

Ternyata waktu cepat sekali berlalu. Kedamaian tidak ada yang abadi. Muncul satu lagi penantang baru, adik kecil yang membutuhkan ruang baru. Berdua bersama si ibu di kasur lamanya kurang berpengaruh sekarang. Co-bed 70cm akhirnya kembali turun gunung selama pertapaan untuk memecah perseteruan baru. Bertambahlah anggota kasur yang saat ini berjumlah 370cm. 

Tampaknya ini sudah mencapai batas maksimal. Tak ada lagi ruang yang dapat digunakan untuk menambah jumlah. Tak mengapa, urusan estetika bukan yang utama untuk kami yang berjuang mencari kenyamanan untuk menghabiskan ⅓ hari kami.

Wajah-wajah dengan beragam ekspresi yang datang silih berganti mengomentari perjalanan si kasur ini yang ikut bertumbuh seraya tumbuhnya keluarga kami. Tapi ada satu momen yang lucu. Komentar dari salah satu sahabat yang seorang arsitek, “Luas sekali ini! Seukuran dapur!” Begitu ujarnya sembari tertawa. Lihat saja saat kau berkeluarga, kubalas tawamu itu. Ujarku dalam hati hahaha

 

joefelus
@joefelus   2 years ago
Hahahahahaha saya langsung mengukur dapur.. ternyata lebih kecil dari kasur ajaib ini! Kalau saja saya punya seukuran ini, bisa nambah 1 stone oven buat bikin pizza! hehehehe
sanya
@sanya   2 years ago
Bener pak dapur di rumah aja kalah sama kasur! Rumah penuh sama kasur hahahahahaha