Lanjutan dari topik yang saya bahas sebelumnya, dari cerita sebelumnya, saya menceritakan tengah jalan anime “Cyberpunk Edgerunners”, cerita transisi kehidupan David yang lama menjadi yang baru, sebuah transisi kehidupannya bersama sisa-sisa anggota dari geng milik Maine. Sisa anggota yang masih hidup beberapanya adalah Lucy, seorang “netrunner”, pacar dari David, Kiwi seorang “netrunner” (Netrunner slang dari hacker), ada juga Rebecca, dan terakhir ada Falco anggota baru yang ikut dengan David. Dari kelompok yang baru ini David memulai pekerjaannya sebagai pemimpin grupnya, David mengikuti didikan dan pelajaran yang ia dapat dari Maine, pimpinan lama dari geng tersebut yang sudah meninggal. Melihat anggota gengnya yang cukup kecil, David sempat merektrut orang baru, tetapi sayangnya pada misi pertamanya ia tewas karena kecerobohannya. Di episode ke-7, saat anggota baru tim milik David mati, reaksi yang dikeluarkan dari Rebecca dan David saat bersamanya bukanlah ekspresi kaget atau ketakutan, melainkan reaksi normal, melainkan biasa saja, ini dikarenakan di latar dunianya yang kelam, orang-orang mati setiap hari, hingga menjadi sebuah hal yang normal terjadi di lingkungan dunia dalam cerita “Cyberpunk Edgerunners”.
Tetapi sebuah kejadian aneh mulai terjadi, David Martinez mulai mengalami halusinasi semenjak ia memasang begitu banyak “cybernetic” di badannya, termasuk meriam tangan milik Maine, halusinasi ini terjadi berulang-ulang, membuat David melihat masa lalunya bersama ibunya, kadangkala membuatnya melihat benda normal menjadi abnormal, membentuk menjadi benda-benda yang ia takuti. Kejadian halusinasi ini bermulai saat ia mendapat pekerjaan untuk mencuri data di kantor perusahaan Arasaka, pada saat itu ia sedang mencuri data dari sebuah komputer, kemudian seorang perempuan masuk ke ruangan dimana David sedang melakukan misinya, pada saat itu David berhalusinasi kemudian menembak perempuan itu. Pada episode itu, perempuan yang David tembak sebelumnya sedang mengobrol dengan pimpinannya, membicarakan bagaimana ia akan pulang dan bertemu dengan anaknya yang baru saja lulus sekolah untuk kerja di Arasaka, melihat kejadian ini nasibnya bisa dibilang sama seperti David, halusinasi dan kesehatan mental David mulai memperparah saat ia menemukan foto perempuan itu dan anaknya, teringat dengan foto David dengan ibunya pada dulu kala.