Rasa benci kadangkala bisa berubah menjadi rasa yang sebaliknya, apa yang kita lihat negatif tidak selalu negatif jika dilihat dari perspektif yang berbeda, kuncinya hanyalah pemakaian dan penerapannya, sehingga bisa menjadi sesuatu yang positif, itulah adalah momen dimana saya membuka perspektif saya untuk mencoba menggambar orang dengan “anime/manga artstyle”. Awal-awal saya mendalami untuk menggambar dengan gaya ini tepatnya pada tahun 2021 lalu, awalnya hanya iseng-iseng pada awal tahun karena saya sempat melihat beberapa komik buatan orang Korea, saat saya lihat gaya gambarnya saya tertarik untuk mencobanya, dari itu saya pelajari perlahan cara orang itu menggambar kepala dan anatomi manusia, dari itu saya menghabiskan kurang lebih seminggu untuk menggambar karaker “anime”, saya kira prosesnya akan terjadi dengan cepat dan gampang, kenyataannya tidak seperti itu.
Sekali saya menginjakan kaki dalam dunia menggambar anime, saya ditemui dengan berbagai persoalan dan kesulitan, pertama saya sempat kesulitan dengan menggambar muka dan posisi telinganya, saya biasa menggambar telinga dan hidung selalu simetris sejajar dengan garis mata dan dahi, tetapi saat dilihat beberapa contoh gambar yang dibuat orang tersebut, bentuknya berbeda, bentuk mata yang digambar tidak menggunakan garis yang saling menempel, melainkan ada bagian dimana matanya tidak diberikan “outline”, yang ditebalkan hanyalah alis dan lipatan mata, sisanya bagian pojokan mata tidak digambar, lanjut ke bagian yang tersulit, itu adalah menggambar hidung, gambar hidung biasanya direpresentasikan dalam sebuah garis lurus dengan garis bengkok yang merepresntasikan bayangan atau dimensi hidung, gambar hidung bisa bervariasi, kadang lubang hidung digambarkan, kadangkala lubang hidung dibuang, menyisakan “nose bridge” saja, contoh kasus yang saya pelajari adalah, membaca dari komik “Chainsaw man”, hidung digambarkan hanya berbentuk lubang hidung saja, ditambah garis untuk menggambarkan bagian bawah hidung saja, sehingga yang terlihat hanya bagian bawah hidung yang lebih gelap, kasus kedua, dari membaca komik MHA (My Hero Academia), hidung digambar dengan bentuk garis “nose bridge” saja, tetapi ada beberapa karakter yang hidungnya digambar dengan lubang hidungnya, sebenarnya menggambar hidung itu tergantung bentuk karakternya sendiri, maka bentuknya tidak selalu harus sama.