Ekspektasi Orangtua antara Harapan, Kontrol, dan Kepercayaan
. Ngobras kali ini, dimulai dengan nonton : How To Deal With Parent Expectation - Sadhguru
. Catatan ini agak ngacak, tapi semoga bermanfaat, nanti silahkan melengkapi dari catatan rekan2 lain.
IJINKAN ANAK INI BERTUMBUH SESUAI BAGIANNYA
. Seperti tanaman / pohon, hanya mengeluarkan / menumbuhkan bagian-nya.
Pohon mangga ya keluar buah mangga, Pohon jeruk ya keluar buah jeruk. Bukan Mangga keluar Jeruk, dsb.
. CONCERN NOT CONTROL = Memperhatikan bukan Mengendalikan.
. BIARKAN generasi ini mengerjakan apa yang bebas sesuai imajinasinya.
. Kadang ortu MELETAKAN BEBAN ke anak, yang kita sendiripun mungkin TAK SANGGUP TANGGUNG.
. Ortu yg lupa : Anak yang terkadang "struggling" dengan dirinya sendiri.
. Ekspektasi itu bagus, karna datang sebagai bentuk "perhatian" namun jangan jadi "control".
OBROLAN KELOMPOK
. Sekolah itu waktunya BANYAK MENCOBA/ SALAH, karna di lingkungan nyata : baiknya sudah hampir jangan salah.
. Kita hanya MENDAMPINGI (termasuk membiarkan anak mencoba "salah")
. Biarkan anak BELAJAR SALAH = agar belajar.
. Beda Ortu ibu2 dan bapak2 :
.. Ibu2 = Sibuk uruskan perintilan (bangun tidur, buku, mandi sikat gigi, dll)
.. Bapak2 = Sibuk mikir masa depan.
. Waktu TENSI NAIK coba TUKAR PEMAIN. (Papah lagi "tensi", biar mamah yg maju, dan sebaliknya).
. Manusia ada di bumi BUKAN UNTUK DIPUASKAN keinginannya semua, namun juga untuk MENERIMA hal yang tidak sesuai harapan.
. Ketika TAK SESUAI harapan, anak punya KEMAMPUAN ADAPTASI menyesuaikan.
. Alam (Langit) selalu memberikan jalan.
. Kita punya ekspektasi terhadap anak, dan...ANAK JUGA PUNYA EKSPEKTASI terhadap kita.
. Tidak pesimis : Kehidupan jaman sekarang MEMBUKA KEMUNGKINAN2 YANG BARU (dari aktifitas dan hobby anak)
PENGEMBANGAN DIRI
. Belajar MENERIMA kesadaran, walaupun di luar GADUH, yang penting didalam TENANG.
. MENDENGARKAN diri sendiri, dan BERDIALOG dengan diri.
. Meminta diri untuk LEGOWO / MENERIMA.
. Sibuk di "kepala", TURUNKAN juga ke "tubuh".
. Saraf itu 80% dari bawah ke atas.
. MENGENALI perasaan yang masuk dan MENERIMA.
RELASI DENGAN ANAK
. Mau MENGORBANKAN hubungan atau.... MELAPANGKAN hati.
. Jangan sampai KEHILANGAN yang berharga demi mendapatkan yang "fear based'" (kekhawatiran : keinginan untuk control)
. Bukan karna ANAKNYA, tapi PIKIRAN DI KEPALA yang kisruh.
. Hati2 dengan keinginan untuk MENGENYAHKAN , bukan untuk MEMBIMBING.
. Ajar anak2 MENGERTI & MENGENALI emosinya.
. MENERIMA yang diberikan Tuhan, MELEPAS" apa yang bukan bagian kita.
. Puisi Khairil Gibran : Anakmu bukanlah milikmu :
"Engkaulah (orang tua) busur asal anakmu, anak panah hidup - melesat pergi"
. Anak itu TITIPAN, bukan PROPERTI KEPEMILIKAN.
. Tidak perlu BERPERANG (ngomel), yg menjadi masalah sebenarnya adalah rasa RESISTANCE / PENOLAKAN (kesal).
Contoh : mau pergi - botol kecap pecah sama anak. Pilihannya : mengomel2 atau membersihkan.
TERNYATA KEMAMPUANNYA BELUM SAMPAI SANA
Contoh : anak yg membersihkan tempat tidur, dan merapihkan selimutnya tidak simetris.
. Mungkin fasenya belum segitu.
. Melihat UPAYANYA, jangan lihat HASILNYA.
. Yang dilihat Tuhan pun IKHTIAR.
. Didiklah anak sesui dengan jaman-nya. BUKAN SEMERTA mengikuti namun arahkan CARA BERJUANG di jaman ini.