Bangun tidur dalam keadaan gelap membuat anak-anak kaget. Akupun terbangun karena kegelisahan mereka, kupikir ada yang konslet atau token habis, setelah melihat keluar semua tampak gelap total. Masalah dari PLN rupanya. Ya sudah kami masuk lagi kedalam rumah bergerombol karena anak-anak menempel erat. Menunggu saja kubilang, tidak ada yang dapat kami lakukan untuk mempercepat lampu nyala kembali.
Daripada mencari lilin bagaimana kalau kita gelap-gelapan? Pikirku. Sebentar lagi pagi matahari akan datang menolong kita. Bertahan saja dalam kegelapan beberapa saat.
Sei yang masih mengantuk memilih untuk melanjutkan tidur, adik yang sudah sadar total mulai mengikutiku kemanapun aku melangkah. Kuajak membuat susu dalam kegelapan, matanya sudah mulai beradaptasi dalam gelap perlahan adik mengaduk susu berkonsentrasi agar susunya tidak tumpah. Setelah selesai kupuji usahanya, membuat susu dalam keadaan gelap perlu ketekunan. Dia berhasil!
Adik berhasil mengatasi kesulitan yang dihadapinya pagi ini. Bukan hal normal membuka mata dalam keadaan gelap namun karena keadaan dia terpaksa beradaptasi.
Mata memiliki 2 reseptor yang berbeda untuk menangkap cahaya. 1 pada keadaan terang yang letaknya ditengah berukuran kecil 1 lagi pada keadaan gelap yang letaknya mengelilingi reseptor tengah dengan ukuran besar. Mereka bekerja sama dalam perubahan penyesuaian intensitas cahaya yang masuk ke mata. Mereka beradaptasi pada perubahan diluar. Prosesnya bisa beberapa detik hingga menit kemudian kita bisa melihat dalam gelap meskipun samar.
Begitu pula kisah mati lampu sekarang. Kita tidak bisa memperbaiki gardu PLN apa boleh buat. Yang dapat kita lakukan hanya beradaptasi dengan keadaan gelap dan melakukan aktivitas rutin seperti biasa, yang bisa kita lakukan tanpa listrik.
Lucunya adik dapat berdamai dengan kegelapan dan beraktivitas seperti biasa, disisi lain Sei memilih untuk memeluk kegelapan melanjutkan mimpinya yang sempat terputus karena teriakan adik. Dua anak dalam kondisi yang sama melakukan pertahanan diri yang berbeda. Gemas seperti membaca komik neuron dan kalianlah atomnya.