Adaptasi
Tatha Wu
Sunday November 5 2023, 8:28 PM

Jam 04:00 pagi, aku terbangun karena suara sholat subuh. Saat itu aku melihat Kalila dan Ara belum bangun, jadi aku tidur kembali. Sebelum aku tidur kembali, aku merasakan ada yg mendorongku dari kiri. Ternyata setelah aku lihat, itu ada kakinya Kalila. Aku membiarkannya saja, dan tidur kembali. Posisi ku berada di kanan pojok, di tengah Kalila, dan paling kiri adalah Ara. Jam 05:00 pagi, barulah kami bertiga bangun. Kami tidur di atas kasur kecil, selimutnya menggunakan sleeping bag. Setelah bangun, kami ingin membantu Bu Eem. Akhirnya kita menghampiri Bu Eem dan bertanya apakah ada yg bisa dibantu. Bu Eem meminta kita untuk akeul/aduk nasi aja supaya nasinya cepat dingin dan tidak menjadi keras. Kami akeul nasi secara bergantian. Sesudahnya kami sarapan dengan ikan asin, selada, kol, tutut/siput air, dan garam. Semua makanannya sangat enak dan segar. Mungkin karena semua sayur dan lauk ini hasil dari kebun dan balong sendiri. Rasa nasinya juga berbeda dengan nasi di kota, rasa dari nasinya tidak bisa dijelaskan. 

                                        
 Setelah sarapan, kami mandi secara bergantian. Lalu ikut Bu Eem memberi makan dedak  ke Bebek dan Ayam, lalu ke kebun kacang tanah. Kami pun jalan ke kebun melewati sawah dan beberapa balong tempat mencari tutut/ikan. Saat kami melewati ibu-ibu yang sedang mencari tutut, mereka langsung bertanya ke Bu Eem karena melihat kami bertiga. Bu Eem menjawab dengan bahasa Sunda, tapi kira-kira ini artinya “Menemani murid nya Sukarma”. Setelah mendengar nama Sukarma, ibu-ibu tersebut langsung membicarakan tentang Sukarma. Sukarma adalah Kak Ama, guru olahraga di SMIPA. Kak Ama berasal dari Kasepuhan Kujang Jaya, Kak Ama terkenal di kampung ini karena menjadi orang pertama yg menjalani kuliah karena prestasinya di olahraga Voli. Sebenarnya kami semua K9 mengunjungi kampungnya Kak Ama. 

 Setelah jalan kaki, akhirnya kita sampai di kebun kacang tanah milik Bu Eem (FYI -> Masing-masing keluarga memiliki sawah, kebun, dan balong sendiri). Sesampainya disana kami langsung mencabuti tanaman kacang tanah dan mencabuti kacang tanahnya dari akar tanamannya. Seudah dari kebun, kami memberi makan Kambing dan melihat tempat menumbuk padi. Disana ada Ranti (Cucu nya Bu Eem, sebenarnya dia sudah terlihat dari cerita hari ke-1 tapi aku lupa menceritakan) sedang menumbuk padi. Setelah itu kami kembali lagi ke rumah untuk mencuci dan merebus kacang tanahnya, dan juga ngulek sambel. Kacang tanahnya di cuci di sumur dekat rumah Bu Eem, lalu kembali ke rumah. Bu Eem merebus kacang tanahnya, dan kami bertiga mengulek sambel.  Tidak lama kemudian kacang tanah sudah selesai direbus, dan kami pun memakannya dengan dicocol sambel yg sudah jadi juga. Sambelnya tidak terlalu pedas dan enak.

                                  IMG_20231024_080105.jpg

                                           Kebun Kacang tanah
 Setelah itu kami diberi tau oleh Bu Eem, ada beberapa teman kita memancing ke balong. Kami pun mau ikut, Bu Eem juga ikut membawa pancingan sendiri. Saat sampai disana, ternyata ada Ag, Ce, FZ, dan Pa Jaja. Pa Jaja adalah pemilik rumah yg ditinggali oleh Ag dan Ce. Kami pun ikut memancing, dan setelah ditunggu agak lama, kami tidak mendapatkan ikan sama sekali. Sedangkan Pa Jaja dan yg lainnya mendapatkan ikan terus. Tidak lama kemudian J dan Ki datang untuk memancing juga. Kami pun akhirnya dibantu J untuk memancing, dan setelah dibantu J, kita langsung mendapatkan ikan. Pada akhirnya kami hanya mendapatkan 2 ikan……..nasib part 2. 

 Kami pun pulang ke rumah untuk makan siang, makanan yg kami makan sama dengan yg pagi. Kalau di rumah Ca, Am, dan Na pasti ada ikan toel, di rumah kami pasti ada ikan asin. Setelah itu kami berencana memulai riset tentang hal-hal yg sesuai dengan topik yg kita semua masing-masing sudah pilih di sekolah. Aku memilih topik kesenian alat musik, Kalila memilih peraturan adat, dan Ara memilih padi/beras. Kami pun memutuskan untuk datang ke rumah Mang Jedi, tapi cuman bertanya sedikit karena masih canggung dengan warga sini, termasuk Bu Eem. Setelah itu kami menonton teman-teman kami bermain Voli, dan juga ada beberapa remaja dari sana ikut bermain. Aku sangat kagum karena orang-orang disini jago main Voli, dan tangannya mereka tidak sakit. Jam Maghrib pun tiba, kami pun kembali ke rumah untuk mandi dan makan malam. Setelahnya kami briefing lagi untuk besok. Kami kira awalnya di pendopo untuk briefing, memang ada briefing untuk besok dulu, tapi seudahnya kita pergi ke 2 rumah. Pertama kami datang ke rumah seorang Bapak yg menjaga/tau cara menjaga padi (Kalau tidak salah, waktu itu aku ngantuk jadi tidak ingat). Dan rumah yg kedua adalah tempat pengrajin. Ternyata kami datang ke dua rumah ini untuk wawancara. Setelah wawancara, kami pun pulang ke rumah dan tidur.

IMG_20231024_092210.jpg Hasil Kacang Tanah

IMG_20231024_102614.jpg Ulek Sambel