Mulai Terbiasa + Bertemu Teman Baru
Tatha Wu
Sunday November 5 2023, 9:00 PM

Sama seperti di Hari ke-2, aku terbangun di jam 04:00 pagi, lagi lagi karena suara dari masjid, sholat subuh. Dan tertidur lagi. Ini sama saja seperti bangun tidur bangun tidur bangun tidur bangun turu tangi turu tangi turu (Tangi = Bangun, Turu = Tidur). Kali ini pada saat kami sarapan ditemani dengan cucunya Bu Eem, yaitu Ranti. Awalnya, dia terus-menerus memperhatikan muka kita. Tidak lama setelah kami sarapan, Ranti menanyakan nama kami bertiga. Lalu kami menjawabnya dan terdiam. Setelah itu, Ibu Eem mengajak kami untuk pergi ke leuit. Leuit adalah tempat warga disana menyimpan hasil panen padi, masing-masing keluarga harus memiliki leuit. FYI -> Beberapa Leuit ada yg sudah berumur 90+ tahun. Saat kami mau berangkat, tiba-tiba (Door) Bu Eem menyuruh kita untuk menggunakan kebaya. Padahal kita hanya ingin ke Leuit. Saat kami keluar dari rumah, teman-teman yg lain langsung mengomentari kita. 

IMG_20231025_081240.jpg

                                                Leuit

Sesampainya di leuit, kami harus menaiki tangga. Karena pintu dari leuit ini ada di atas, bukan di bawah. Bu Eem bilang, leuit nya boleh difoto, tapi dalamnya tidak boleh difoto, nanti padinya malu. Jadi kita hanya lihat ke dalam, tapi aku tidak mau ke atas. Karena tangganya itu tidak nempel dengan leuit nya, jadi tangga itu bukan dipakai oleh Bu Eem saja, warga yg lain memakai tangga yg sama, aku takut jatuh jadi tidak melihat dalam leuit. Setelah itu kami kembali ke rumah. Lalu Bu Eem bilang, semua teman-teman kita yg lain akan menangkap ikan bersama Mang Jedi dan Pa Jaja. Kita pun mau ikut, Bu Eem bilang dia akan menyusul. Jadi kita duluan bersama yg lain. Ada juga Kak Marta dan Kak Braja. 

Sesampainya disana, kami ke sebuah saung terlebih dahulu untuk menyimpan barang, barulah kita ke balong. Kami semua masuk ke balong yg penuh lumpur dan juga ada airnya, dan pastinya ada ikan. Kita menangkap ikan menggunakan nyiru, lalu dimasukan ke satu wadah. Sangat sulit untuk menangkap ikan disini, karena ikannya berenang dengan cepat dan karena kita terus bergerak airnya jadi kotor (Karena lumpur). Kira-kira untuk kita lumpur ini dalamnya sampai setinggi lutut, jadi sangat susah untuk berjalan di balong itu. Karena aku, Ara, dan Kalila hanya memiliki 1 nyiru, jadi hanya Ara yg memegang nyiru, sedangkan aku dan Kalila mencoba untuk menangkap dengan tangan aja. Aku ga berani untuk nangkep ikannya, karena ga tega, jadi aku cuman ngasih tau ke Ara dimana posisi ikannya. Kami semua sempat terjatuh, dan jadinya baju kita ikut kotor. 

Setelah menangkap ikan lumayan banyak, kami kembali ke saung. Dan disana sudah ada Bu Eem, Ranti, dan ibu-ibu lainnya.  Ternyata Bu Eem dan ibu-ibu yg lainnya disitu untuk memasak ikan hasil tangkapan kami semua. Aku terheran-heran, ku kira sesudah menangkap ikan kita akan langsung kembali ke rumah dan memasak ikannya, tapi kok malah masak bersama disini? Selagi menunggu, kami bebersih kaki dan tangan di pancuran air kecil, lalu mengobrol. Sedangkan aku duduk sendiri, karena cape. Ranti pun menghampiri aku dan duduk disebelah aku. Dia hanya memperhatikan muka ku, entah kenapa. Lalu aku bertanya kepada Ranti, “Kamu kelas berapa?”, Ranti jawab “Kelas SMP 2”. Aku cuman jawab “Oh”, tapi di dalam hati aku bilang “Wat, K8? Dia kuat banget bisa numbuk padi, padahal alat penumbuknya berat.”. Dan setelah itu, kami diam……tidak tau mau ngobrol apa lagi karena canggung. Tapi disaat itu aku menganggap Ranti sebagai teman, walau ga banyak ngobrol

Setelah itu kami semua diajak untuk naik ke atas lagi untuk makan siang. Hah makan siang? Ternyata makan siang kali ini makan bersama-sama seperti botram. Makanannya ditaruh di atas daun pisang yg ditebar, tapi sayangnya setelah makanan ditaruh, banyak teman kecil kita yg ikut mau makan, jangkrik dan laba-laba. Aku pun makannya harus hati-hati, kalau ga nanti ada protein tambahan dari si jangkrik dan laba-laba, kasian juga mereka, masih bayi masa langsung meninggoy. Kita makan nasi, ditemani dengan ayam, ikan, tempe, dan sambel. Saat makan ada kejadian yg sedih buat aku. Saat salah satu teman kami (aku lupa siapa) mengambil ikan, dan diambil dagingnya, ternyata di dalam perutnya ada telur ikan. Ternyata kita “membunuh” ikan yg akan bertelur nantinya :(. Setelah makan, kami jalan pulang ke rumah untuk mandi, baju dan celana kita sudah terlumuri oleh lumpur dan juga basah. 

IMG_20231025_110036.jpg

                                                Botram

Setelah selesai mandi, kami bertiga gabut. Jadi kita bermain kartu remi dan UNO, aku bisa bermain remi, tapi kalau main UNO kalah terus……….nasib part 3. Setelah itu kami makan malam, dan kumpul ke pendopo. Lalu kami masuk ke rumah Abah Uhay untuk wawancara. Disana aku bertanya lumayan banyak daripada wawancara yg dulu-dulu. Aku ada menanyakan satu pertanyaan “Kenapa rumah-rumah warga disini saling berdekatan?”, lalu Abah Uhay menjawab “Takut, takut tidak bisa saling membantu kalau ada warga yg kesulitan.”. Dari awal datang aku melihat, kedekatan warga disini sangat dekat. Lebih dekat dari hubungan kita-kita di kota. Setelah wawancara Abah Uhay, kami pulang ke rumah dan tidur.

IMG_20231025_201912.jpg

                                             Foto bersama Abah Uhay

You May Also Like