AES029_Tiba-tiba basah
Tatha Wu
Tuesday November 12 2024, 6:25 PM
AES029_Tiba-tiba basah

Musim yang sudah kutunggu tunggu dari bulan September akhirnya datang di bulan November ini, yaitu hujan. Tapi hujan kali ini tidak datang sesuai ekspektasi, dikarenakan timing yang tidak pas dan juga sekalinya turun hujannya langsung deras. Kalau diperhatikan hujannya datang pada jam 12:00 siang atau jam 12 lebih, dan jam 12:00 inilah jam kami KPB pulang. Sering sekali beberapa dari kita atau bahkan kami semua terjebak di beskem/basecamp KPB, terkadang tidak membawa payung atau jas hujan atau bahkan tidak membawa keduanya. Menunggu hujan mereda pun lumayan lama, mungkin bisa sampai 1 jam lebih.

Aku sangat suka dengan hujan akhir-akhir ini, karena udaranya jadi dingin dan sejuk. Dan aku sering membayangkan betapa serunya bermain hujan, tapi aku tidak pernah melakukannya di kehidupan nyata karena takutnya sakit (masuk angin/pilek/dll). Mungkin kalau main genangan air hujan disaat hujan sudah berhenti aku mau, namun hanya berendam kaki dan menendang-nendang genangan air itu. Oh iya, satu hal lagi yang membuatku suka dengan hujan, tidur/berjeda disaat hujan adalah hal yang paling nikmat yang pernah kurasakan. Udara sejuk dan dinginnya membuat diriku sangat tenang untuk berjeda/tidur, rasanya ingin memejamkan mata sejenak atau bahkan tidur lebih lama (1-2 jam mungkin, hehe).

Membahas hujan deras aku jadi ingat pada masa saat aku masih SMP, sedang menunggu jemputan pulang sekolah. Waktu itu sedang hujan deras, saking derasnya parkiran SMIPA sampai banjir setinggi 14 cm dari telapak kaki (mungkin?), batas genangan airnya sampai ke gerbang biru SMIPA (seakan-akan seperti gerbang menuju dunia yang jalanannya digenangi air). Waktu itu aku menunggu didepan bengkel menghadap ke parkiran, sambil menunggu jemputan sambil melihat beberapa teman K7 pada saat itu main air hujan, dan juga saling menendang-nendang air satu sama lain. Aku merasa senang sampai tersenyum sendiri melihat mereka bermain air sambil tertawa, tapi tentunya tidak terlihat oleh mereka karena pada saat itu aku sering memakai masker.

Aku sendiri terkadang kesulitan untuk pulang disaat musim hujan, terutama saat aku harus pulang sendiri ke Padalarang. Pertama aku harus naik ojol (Ojek online) ke halte bus Djunjunan yang berada di dekat depan Bebek kaleyo (bukan kak Leo) dan Sha-waregna yang berada di jalan Dr. Djunjunan. Lalu menunggu bus damri jurusan Kota baru - Alun-alun yang berwarna biru sampai ke KBP. Lalu setelah itu, aku turun di depan KFC KBP (Kota Baru Parahyangan). Terakhir, aku naik ojol sampai depan rumah (rumahku bukan di dalam KBP). Jadinya kalau aku harus pulang sendiri, aku harus langsung jalan pas saat jam kegiatan selesai sebelum hujan deras.