AES 103 Dalam Luar
leoamurist
Tuesday September 7 2021, 7:00 AM
AES 103 Dalam Luar

Selalu yang diomongkan adalah benahi yang dalam dulu baru keluar. Hal ini pulalah yang sering menyebabkan frustrasi, lalu menyerah. Bukan karena tidak mampu, bukan karena tidak mau, namun karena tidak tahu.

Tidak tahu bagaimana membenahi yang di dalam. Hal ini sangat wajar, karena perputarannya selalu di dalam. Dengan kata lain, berputar putar terus di dalam. Tiada hal baru, tiada perubahan, tiada acuan, tiada perbandingan, tiada pembenahan.

Apa yang mau dibenahi kalau tidak tahu ada yang perlu dibenahi. Tidak ada acuan, tidak ada perbandingan. Tidak ada apa-apa yang perlu dibenahi dong, karena semuanya seperti biasa. Memang seperti ini kan, penemuan dari berputar putar di dalam.

Makanya, banyak yang keluar walaupun yang di dalam belum beres. Paling tidak, yang di dalam sudah rapi sehingga saat keluar tidak terlalu beban. Memang akan ada pemikiran untuk kembali ke dalam, itulah esensi dari keluar.

Pergi keluar untuk pulang ke dalam. Tidak pergi tidak pulang, tidak ada luar tidak ada dalam. Pada praktiknya, ada waktu kita perlu memberikan yang terbaik untuk semua gerakan di luar, untuk semua penggerak di luar, tinggalkan yang di dalam.

Sehingga dengan demikian kita bisa melihat, dari luar, seperti apa sih yang di dalam. Memang langkah selanjutnya adalah pulang ke dalam, namun bukan itu ujungnya. Puncak yang adalah akhir dari sesuatu sekaligus awal bagi sesuatu yang lain adalah penentuan.

Tentukan, kembali ke dalam atau melanjutkan keluar. Karena apapun pilihannya, dalam dan luar adalah paket gerakan yang tidak bisa diambil sebagian. Kalau diambil, dapat keduanya. Kalau tidak diambil, tidak dapat keduanya. Kalau mau benahi yang dalam, berikan yang terbaik ke luar.

You May Also Like