AES 08 Bahagia menurut saya...
tesaputripermatasari
Friday August 20 2021, 1:42 PM

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah menentukan jawaban atas pertanyaan "siapa manusia"?

Kembali lagi kepertanyaan yang sering di diskusikan bersama teman-teman di Semipalar. Manusia adalah makhluk yang beraksi. Aksi, menurut definisinya, adalah memiliki tujuan. Dalam hal ini penting untuk dicatat bahwa setiap aksi manusia mestilah selalu dapat ditafsirkan oleh manusia lain. Jadi, kalau misalnya saya menggerak gerakkan jempol tanpa maksud apa pun juga, dan gerakan ini tidak dapat dipahami manusia lain, maka perbuatan saya tadi bukanlah aksi.

Muara setiap aksi manusia disebut tujuan, dan hasrat yang mendorongnya untuk melakukan suatu aksi disebut motif.

Sesuatu yang bergerak tanpa tujuan terencana sebelumnya bukanlah manusia. Contohnya; aliran air sungai, hembusan angin, dan lain lain.

Sekarang saya akan bertanya secara lebih spesifik; apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh suatu aksi? Manusia melakukan aksi agar ia dapat mengubah keadaan yang kurang menyenangkan menjadi lebih menyenangkan. Jika seseorang (secara teoritis) sudah berada dalam keadaan serba menyenangkan, maka tidak akan ada aksi apapun yang perlu dilakukannya. Ia tak lagi memiliki insentif. Dia tak lagi punya hasrat.

Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa kebahagiaan itu tidak lain dari terpuaskannya hasrat.

Untuk bisa merasakan bahagia, manusia perlu tiga faktor;

  1. Perencanaan.
  2. Imajinasi tentang masa depan yang lebih menyenangkan.
  3. Ekspektasi tentang kesuksesan aksinya dalam mengubah keadaan dari kurang menyenangkan menjadi keadaan lebih menyenangkan.

Ironisnya, kebahagiaan mutlak (jika ada term seperti itu) justru tercapai ketika seorang manusia tak lagi merasakan dorongan untuk mengubah state of affairs-nya (dari kurang nyaman ke lebih nyaman). Kebahagiaan yang demikian mengharuskan tiada lagi aksi. Apakah itu berarti mati?

Entahlah…

Menurut sederhananya saya, kebahagian itu hidup seadanya atau mesyukuri,Dan tidak pernah mengganggu hidup orang lain.

Para Filsuf atau para ahli mungkin bisa menjawabnya.....

Sedangkan saya hanyalah penikmat buah dan sayur... yang selalu berpikir menjadi manusia bahagia itu seperti apa?
Dan pasti diantara teman-teman juga punya pendapat lain. 

muttyfani
@muttyfani   5 years ago
weish saya sebagai penikmat camilan pedas seperti basreng rujak itu merasa kalau bahagia itu bisa tertawa, terlepas dari ketawain diri sendiri, orang lain, atau ketawa liatin orang yang ketawa, sungguh receh hidup saya ;P
You May Also Like