AES 34 4 hari lalu
vania
Tuesday May 19 2026, 4:51 PM
AES 34 4 hari lalu

Sudah beberapa hari tidak menulis AES, mungkin ini sedikit rangkuman dari refleksi dari beberapa hari ke belakang.

Hari Jumat kemarin, kami jalan jalan ke sawah yang ada di sebelah kiri Desa. Melewati tempat kami minum kelapa waktu itu. Lalu, kami jalan ke bawah dan melihat kali yang cukup besar. Di kali itu ada beberapa spot yang airnya tidak bergerak dan ada lumut aneh di atasnya. Baunya juga tidak sedap. Kami, berjalan ke samping dan menikmati pemandangan sejenak.

Selesai mengambil foto, kami pergi ke rumah. Aku juga melihat ada beberapa petani yang sedang panen jagung, menyapa kami di terik sinar matahari siang itu.

Setelah dari sana, sorenya kami pergi ke rumah Mas Adhit, di seberang rumah Bu Sanah untuk mengambil pesanan es kopi susu. Kami akhirnya minum di rumah Bu Sanah dan menikmati pemandangan melalui jendelanya.

Malam itu aku dan Ara mencoba untuk masak onion ring dari sisa adonan tepung untuk tempe mendoan. Lalu kami pergi ke rumah Bu Ella untuk membantu menghitung pring yang akan digunakan saat Pasar Papringan.

Ada 3 jenis pring yang disediakan untuk pasar. Oh ya, 1 pring harganya 2.500 Pertama, pring dengan harga 20.000 yang mendapatkan 8 keping pring. Kedua, pring dengan harga 50.000 yang mendapatkan 20 keping pring. Sisanya adalah pring yang dijual eceran, kurang dari 8 keping.

Kami mengikat pring dengan jumlah 8 dan 20 menggunakan bambu yang tipis sehingga bisa dipegang oleh pengunjung.

Hari Sabtu, kami bangun subuh hari untuk membantu ibu-ibu menyapu area pasar. Banyak sekali ibu-ibu yang ikut membantu. Ternyata, dan-daun itu dipindahkan ke salah satu sisi jalan, tidak dibuang.

Siangnya, kami membantu Bu Imah untuk menusukkan sate tempe tembus, 1 tusukan sate diisi 4 buah tempe gembus. Kami juga mencicipi rasanya, seperti tempe bacem!

Kata Bu Imah, ia menyiapkan 300 tusuk sate tempe gembus yang biasanya hanya 250 tusuk, mengingat bahwa gelaran di minggu itu adalah long weekend.

Bu Imah juga menyiapkan 500 tusuk sate ayam kampung. Sambil ditemani keripik dari sisa nasi dan tepung, akhirnya kami selesai menusukkan tempe gembus. Lalu, aku memotong timun yang akan dibuat menjadi saos untuk sate.

Siap-siap, mandi, dan ganti baju untuk ke Gereja, karena besoknya itu gelaran, jadi tidak bisa ke Gereja. Hari itu hanya aku dan Dea yang pergi ke kota. Kami juga pergi ke gereja yang berbeda.

Malam itu kami tidur lebih cepat, supaya besok bisa bangun pagi, membantu Pasar Papringan pertama kami di penjelajahan ini!

You May Also Like