AES63 Ketika Jatuh
wulan bubuy
Wednesday April 20 2022, 2:18 PM
AES63 Ketika Jatuh

Minggu lalu aku sempat berbincang dengan anakku yang sedang merasa tidak baik-baik saja karena hasil pra-asesmennya kurang memuaskan. Mungkin baginya itu menjadi sebuah pukulan besar dan kurasa bukan suatu kesalahan ketika ia merasa kesal terhadap dirinya sendiri. 

Aku pernah membaca yang aku lupa dimana, bahwa saat seseorang sedang dirundung oleh rasa bersalah, jangan disalahkan. Maksudnya biarkan ia berproses dengan dirinya sendiri, belajar menerima apa yang sedang dialaminya ini memang tidak selalu soal perkara baik. Ada saat-saat dimana seseorang harus berani menerima kegagalan dan mau mengakui kesalahan yang pernah dibuatnya. Tanpa oranglain perlu tahu, dan tanpa harus memperlihatkan sisi terlemahnya saat itu, karena sejatinya kita belajar, kok. Ada kesan dan pesan yang masuk ke dalam diri dan akan membentuk keyakinan diri. 

Lalu, aku bertanya pada anakku, "Apakah gagal membuatmu malu?" Sebab kurasa ia perlu tahu bahwa gagal itu gak hina, gagal bukan sesuatu yang fatal. Pun begitu dengan kesuksesan yang bukan sebuah final dari pencapaian seseorang. Lalu ia bercerita kalau ia pernah mendengar bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Meski menurutku gagal ataupun berhasil sama-sama bisa menjadi indikator diri. Masalah tertunda atau tidak aku lebih senang menyebutnya sebagai sesuatu yang belum waktunya untuk kita raih. Bisa saja kegagalan hari ini justru yang menyelamatkan kita dari suatu hal. Kuncinya tetap berbaik sangka. 

Selain pemaknaan terhadap keduanya, apakah ketika target tidak tercapai lantas bisa dengan tergesa-gesa kita simpulkan gagal? Kurasa pun tidak demikian seharusnya. Karena kita berada dalam roda-roda yang terus bergerak. Masalah terbesarnya adalah sejauh apa kita ingin bergerak maju? Pemahaman inilah yang kuharap bisa membentuk anakku untuk tidak pernah berhenti saat merasa kalah. Karena ada yang jauh lebih penting daripada itu, adalah ketika ia bisa menjadikan langkah-langkah yang ia pijak itu sebagai alat untuk menjadikan dirinya bermanfaat bagi oranglain. Tidak lain, tidak bukan, aku yakin saat ia memahami ini ia tidak lagi akan merasa perlu kecewa.