AES84 Kisah Si Biang Roti dan Penggemarnya
wulan bubuy
Thursday October 12 2023, 8:28 AM
AES84 Kisah Si Biang Roti dan Penggemarnya
Beberapa hari lalu seseorang menghubungiku, dahulu dia pernah duduk dikelas-ku. Aku selalu ingat bagaimana pertama kali dia menghubungiku untuk bertanya tentang jadwal pengganti dikarenakan hari pertama yang bertepatan dengan tanggal merah. 

Singkat cerita, dia termasuk salah satu yang sering kuminta icip roti-roti yang kubuat. Ntah dia tahu atau tidak kalau sebagian banyak dari roti yang kusodori, sebetulnya gagal karena ternyata teknik dan langkah-langkahnya salah. Kalau dipikir sekarang, kasian juga anak ini tapi karena dia gak pernah protes dan selalu bilang enak. Yasudah, aku gak bahas lebih jauh soal kegagalannya. 

Sejak pindah ke kota lain, dia cukup rutin memesan roti. Bersyukur sekali, sekarang ini banyak pilihan layanan ekspedisi. Dan cukup aman untuk pengirimannya, karena disediakan lemari pendingin di tempat transit jika harus bermalam untuk di distribusi keesokan harinya. 

Sejujurnya, meski cukup sering membuat roti, aku masih saja merasa takut gagal. Karena hasilnya suka mengejutkan. Kadang, yang kupikir berhasil, ternyata gagal. Pun begitu sebaliknya. Kalau ragi yang kusiapkan belum terlalu 'siap' atau kelewat 'peak' -nya juga berpengaruh sekali akan hasil jadinya. Belum lagi teknik menguleni, melipat dan fermentasinya. Fiuh, rasanya dulu lebih sering 'ngahuleungnya' dibanding 'wuih, lumayan'. 

Kupikir, selesai sampai disana. Ternyata tidak juga, karena urusan oven paling bikin nangis, dari metode cold oven baking sampai model dipanasin dulu dan dikasih air (baik di semprot atau disiapin wadah dibagian bawah oven untuk di isi air), kemudian ovennya dimatikan yang katanya bagus untuk oven spring. 

Kalau habis mantengin kiat-kiat dari para artisan, aku jadi semangat praktik. Tapi ya, mungkin karena skill yang alakadarnya ini dan belajar yang nyomot-nyomot dari YT, bukan langsung sama ahlinya (pernah sih dulu sekali-kalinya berguru sama artisan) tentu saja lebih sering gagalnya. Namun, ajaibnya segagal-gagalnya memang tetap masih bisa dikonsumsi sih, setidaknya adalah ya yang bisa disyukuri dalam prosesnya. Alhamdulillah. 

Oh, kembali ke seseorang yang menggemari rotiku ini, kadang sering terlintas; 'Apa ya yang dia suka? Memori denganku yang sering banget dicekoki hasil percobaan ala - ala (Ge-er amat ya) atau rasa khas dari roti yang kubuat (ini lebih Ge-er lagi gak sih?). Aku gak pernah tanya-lah, malu juga kalau mau tanya pun. Hahaha. Terlepas dari itu semua, untuk apapun yang dia rasakan, aku sendiri merasa dapat limpahan sisi positifnya; aku jadi punya waktu untuk main-main dengan si ragi yang kalau lagi gak ada yang minta lebih banyak bobo di dalam lemari pendingin. Dan satu hal penting, jalinan ukhuwah yang masih terus terjalin hingga saat ini, dengannya, yang sudah terpaut jarak dan waktu. Sudah pasti, inilah yang teristimewa. 

   / 2