Aku selalu menunggu momen kumpul keluarga terutama keluarga dari mamaku. Tidak harus menunggu lebaran atau libur sekolah, karena kami ini sukanya berkumpul jadi saat ada yang ulang tahun biasanya kami akan berkumpul merayakan bersama.
Hampir semua orangnya sefrekuensi jadi kalau ngobrol asik. Biasanya kalau sudah kumpul di teras belakang rumah bisa seharian, bergantian ada yang makan, tidur, masak tapi tidak pernah kosong pasti selalu ada orang di teras itu. Makin malam, saat anggota mulai berdatangan suasananya lebih hidup. Mamaku bersaudara perempuan semua. Jadi para paman ini ipar, tapi semua leluasa tidak ada jarak. Semua sama tidak ada yang berjarak.
Mulailah dari sharing kehidupan, nostalgia masa lalu, lanjut roasting satu sama lain. Orang-orang ini memang lucu, mau diledekin segimana pun tetap ketawa. Tanteku apalagi kalau sudah mulai bercerita dia akan ketawa duluan, mukanya merah, suaranya hilang, badan terpingkal-pingkal. Semakin didesak melanjutkan cerita semakin merah mukanya. Kita yang tidak tahu dia mau cerita apa juga ikutan tertawa. Ketawanya nular.
Pamanku yang bungsu, anggota terakhir yang bergabung dikeluarga orangnya santun tapi lama-lama ya ketularan kami. Sekarang sudah bisa ikutan roasting yang lain, tapi masih kalah oleh kami para keponakan yang iseng suka sekali mengerjai si paman. Kalau sudah begitu biasanya papaku akan menengahi kami, sambil bercanda bilang kalau keterusan pamanku akan pulang. Pamanku yang merasa dibela akan bertingkah seperti anak-anak, lalu kami semua akan tertawa lagi.
Begitulah love language keluarga kami, words of affirmation caranya memang agak unik, dengan me-roasting satu sama lain. Hahaha
Saat pandemi pun begitu, kami bertegur sapa melalui zoom. Belajar memainkan alat musik bersama. Karena koneksi jaringan kadang suara delayed. Kami tertawa saja karena jadi tidak nyambung lagunya. Memasuki new normal kami mulai berkumpul lagi, dengan skill musik yang kami pelajari saat pandemi, kami membentuk grup musik. Aku si buta nada hanya menyumbang suara ukulele yang lumayan mudah. Seru karena semuanya berusaha mengiringi lagunya. Tidak sempurna tapi luar biasa.
Momen-momen seperti ini yang membuat kita lebih hidup. Menjaga silahturahmi dengan keluarga. Berkumpul dengan orang-orang sefrekuensi. Saling mengasihi dan saling belajar.
Akan kuteruskan keseruan ini dikeluargaku nanti.