Mandala!
Bagi saya mandala sama seperti semesta, ada bagian-bagian kecil yang saling berkaitan tanpa pernah terikat, bergerak bebas, namun tersusun teratur dan rapi. Pertemuan-pertemuan tiap bentuk seolah acak namun terbentuk untuk saling melengkapi.
Setiap kali menggambarkan mandala, ada proses yang selalu saya syukuri. Yaitu sebuah proses melepaskan! Jika sedari dulu kita diajarkan untuk menggapai, dan mencapai. Kali ini saya belajar melepaskan. Dan mandala jadi ruang saya untuk belajar melepaskan, dimana saya melepaskan setiap rasa, melepaskan setiap keraguan, melapaskan setiap kebahagian, serta melepaskan setiap kemelekatan. Dalam beberapa tradisi, mandala dibuat dari bahan yang berasal dari sungai, seperti pasir. Mandala dibuat, disusun, kemudian setelah selesai, pasir penyusun mandala tersebut kembali dilebur pada sungai. Melepaskan, akan mengantarkan kita untuk dapat melihat lebih luas dan dalam. Melepaskan ego, melepaskan identitas, melepaskan pikiran.
Mandala juga kembali mengingatkan jika bagian-bagian kecil di dalamnya adalah bagian utuh dari gambaran keseluruhan. Maka dengan menghargai bagian terkecil sama halnya juga dengan menghargai kehidupan secara utuh.
Kemudian jadi ingat juga kata-kata dari Mother Theresa;
Jadi rasanya semua saling terkait, dan hidup begitu indah. Jadi warna apa yang mau dituang dalam mandala hari ini?
Kepada Sang Pemberi Kehidupan, Terima kasih untuk hidup 