Selepas hujan sore ini, saya membersihkan dan merapikan tempat bekal saya di dapur sekolah. Entah angin apa yang membawa saya ingin mencuci di sana. Biasanya saya mencuci dan merapikan tempat bekal di RT, dan melaju cepat menuju parkiran. Tapi ternyata angin itu membawa saya pada pertemuan dengan sebuah kejutan dari Kak Andy. Sebuah pin berwarna sama dengan tempat bekal makan dan minum saya.
Sebelum saya membaca kata yang ada pada pin itu, saya sudah sangat senang menerimanya. Karena teringat Bapak di rumah, yang kerap memberikan kejutan dengan menyembunyikannya lebih dulu pada belakang punggungnya. Lantas memberikan sambil tersenyum senang.
Begitu saya membaca kata yang ada pada pin itu, hati saya lebih-lebih lagi bergetar. Kata-kata yang tertulis di sana begitu dekat dan hidup. "I TEACH therefore I GROW" kata itu mengantarkan ingatan pada teman yang bertanya, sampai kapan saya akan menjadi guru. Saat itu dengan yakin saya jawab, ketika saya sudah tidak lagi bertumbuh di sana.
Lantas saya kembali teringat hari-hari yang saya lalui bersama teman-teman KB. Hari-hari yang penuh warna dan anugerah. Setiap harinya saya selalu belajar hal baru dari mereka. Saya belajar cara mereka merayakan kehidupan dalam tawa, tangis, marah, peluk, jatuh, dan kembali bangkit. Ada cinta yang begitu besar di setiap hati, yang mengantarkan ketulusan dalam setiap laku mereka. Bagi saya, membersamai mereka sama halnya dengan menjadi orang paling kaya di dunia ini. Terima kasih guru-guru kecil hebatku, semoga kebersamaan kita membawa proses untuk kita bertumbuh dengan cara istimewa kita masing-masing pula.
Sekali lagi terima kasih Kak Andy untuk pemberian istimewanya, 1 benda sederhana sekaligus istimewa ini menjadi percakapan sunyi yang panjang bagi saya malam ini.
*oia, dia sekarang sudah punya teman untuk ngobrol-ngobrol 
Waah terima kasih juga sudah bersambut dengan hadirnya tulisan ini... sudah lama kangen membaca tulisan kak Yanti. Yang ini jadi spesial sekali. 🙏🏼