AES057 Emosi
yulitjahyadi
Thursday October 21 2021, 10:06 PM
AES057 Emosi

Sambil bernapas perlahan, kuhirup aroma minyak atsiri dari botol kecil berlabel hijau dengan tulisan 'Dragon Time' itu. Dengan mata terpejam lalu kuhembuskan perlahan serasa berintensi melepaskan segala emosi yang tengah meluap ini. 

Entah karena aku sedang menstruasi atau karena bulan sedang purnama hingga sensitivitasku meningkat dan batas toleransiku jadi menipis. Berhadapan dengan seseorang yang mendengar tapi tak mendengarkan, menyimak tapi tak memahami, melakukan tapi tak sungguh menyadari di saat seperti ini terasa menghabiskan kesabaran. Ditambah ucapan tajam dari seseorang yang lain, maka bisa segera disadari bahwa aku sedang marah. Usahaku untuk menyingkir dan tak banyak berbicara hanyalah upaya memberi jeda sementara emosinya masih ada di dalam diri. 

Maka akupun menggelar matras dan berbaring di atasnya. Kupejamkan mata dan bernapas perlahan. Lalu kupeluk diriku sendiri kuat-kuat dan diam dalam kesadaran. I am sorry, please forgive me, I love you, thank you...Kuucapkan kalimat itu berkali-kali dalam hati hingga mata mulai basah tanda api telah berhasil diturunkan dan air yang dibawah menguap ke atas.

Kusadari kemarahanku, kusadari pula kesedihanku. 

Sembari tangan tetap memeluk tubuhku sendiri, aku menggerak-gerakkan kakiku lembut, ke arah-arah yang terasa butuh digerakkan. Aku tau bahwa gerak di bagian bawah tubuhku saat ini adalah usaha tubuhku untuk mengalihkan moda simpatik yang mengajakku fight or flight menjadi moda parasimpatik supaya aku rest and digest. Ya, aku perlu mencerna dengan baik emosi ini agar tak tersimpan di tubuhku.

Emosi-emosi yang tak tersalurkan cenderung disimpan di dalam tubuh dan keberadaannya bisa menjadi latar belakang emosi lain yang muncul di kemudian hari tanpa disadari. 

Setelah beberapa saat bergerak dan makin lama makin pelan gerakannya hingga tubuh terdiam, aku pun berguling ke samping kanan dan diam di sana hingga tertidur beberapa saat lamanya. Moda telah beralih sekarang maka ketika aku bangun, aku bisa melakukan aktifitas tanpa rasa kesal yang mengganggu. Kemarahan butuh untuk diakui keberadaannya, sama seperti emosi lain yang berlabel mosi negatif.

Pada dasarnya semua emosi adalah netral. Aku tak pernah bisa mengatur dan menahan suatu emosi agar tidak muncul, sama seperti aku tak bisa memilih hanya mengiizinkan yang 'positif' saja. Bahkan seseorang bisa terganggu kesehatan mentalnya jika ia merasa tidak boleh memiliki perasaan negatif dan berusaha menghalau emosi negatif itu terus menerus. 

Emosi apapun yang muncul ke permukaan hanya butuh untuk dikenali dan disadari. Dengan melambatkan diri, maka lebih mudah mencegah emosi itu menguasai diri. Diri yang mengenali emosi bukan diri yang terkuasai oleh emosi. 

Setiap emosi bahkan sesungguhnya memiliki perannya sendiri-sendiri ketika hadir. Kemarahan akan melunakkan kekhawatiran, kegembiraan akan mengurangi rasa duka, kekhawatiran akan mengalahkan rasa takut, kesedihan akan mengendalikan kemarahan dan kecemasan akan menahan kesenangan berlebih. 

Namun jika tidak disadari kemarahan yang berlebihan akan mengurangi kegembiraan, kegembiraan berlebih akan menghasilkan kekhawatiran, kekhawatiran berlebih akan menghasilkan duka, duka yang berlebih akan membuat ketakutan, dan takut yang berlebihan akan menimbulkan kemarahan. 

Pola ini dapat dipelajari melalui diagram 5 elemen dalam Traditional Chinese Medicine. Berbeda dengan lima elemen yang menjadi dasar Ayurveda, 5 elemen dalam TCM ini terdiri dari Api, Tanah, Metal, Air dan Kayu. Dalam TCM, diagram 5 elemen dipakai untuk menganalisa tubuh seseorang secara lebih mendetail hingga ke organ dan bagian-bagian tubuh luar yang berhubungan dengan organnya. 

Dalam diagram ini rasa pedas menyengat seperti rasa daun mint atau jahe bisa mengurangi kesedihan. Rasa asin dapatmengurangi ketakutan, rasa asam dapat meredakan kemarahan, rasa pahit  akan mengendalikan kesenangan, dan rasa manis akan mengurangi kecemasan.  

Melalui diagram ini pula dapat dimengerti  bahwa kegembiraan yang berlebih-lebihan akan mengganggu organ jantung dan usus kecil, sementara kekhawatiran berlebihan akan mengganggu limpa dan lambung. Duka yang berlebihan akan mengganggu paru-paru dan usus besar, ketakutan berlebihan akan mengganggu kandung kemih dan ginjal, dan kemarahan yang berlebihan akan mengganggu kantong empedu dan liver. Emosi lalu menjadi penting untuk disadari dan dimengerti. Maka dalam TCM ketika seseorang datang dengan keluhan pada organ tertentu, maka akan dicari pula emosi yang menjadi penyebabnya, dan membereskan emosi yang terkait akan membantu mengembalikan kerja organ yang terganggu pula.

You May Also Like