AE S105 Buku Petualang K11 -Berbeda-
Zacky Hudaya
Wednesday March 16 2022, 8:35 PM
AE S105 Buku Petualang K11 -Berbeda-

Cerita dan waktu tidak dapat bisa diputar kembali. Begitu pula pertumbuhan, seiring berjalanannya waktu kami akan semakin bertumbuh. Memasuki jenjang SMA ini cukup berbeda. Jika para pelajar umumnya mereka melakukan pembelajaran di dalam kelas sembari mendengarkan guru menerangkan. Banyaknya murid dalam 1 kelas tersebut membuat suasana semakin asyik. Sehabis kelas berlangsung tidak biasanya para murid tersebut beristirahat. Ada yang mendengarkan musik, ada yang sibuk makan, ada yang sibuk mengerjakan tugas, ada pula yang sibuk bermain bola di halaman sekolah. Kebanyakan orang mengatakan bahwa masa SMA adalah masa yang paling indah. Sebab, masa SMA kita mendapatkan banyaknya pengalaman baru dan bisa mendapatkan kebebasan dibanding dengan masa SMP. Mulai dari beberapa pengalaman yang lucu bersama teman dan hal yang memacu adrenalin ketika terkena amarah guru akibat ulah teman-teman di sekolah. Berbeda dengan aku, memasuki jenjang SMA aku memilih untuk melakukan pembelajaran di KPB. Memasuki kelas 10, aku dan teman-teman memerlukan waktu adaptasi cukup lama dengan melihat program pembelajaran cukup berbeda ketika kami melakukan pembelajaran saat SMP. Kami membuat berbagai proyek besar dalam satu tahun pertama. Banyaknya ide yang kami kembangkan agar proyek yang dijalani memiliki manfaat bagi masing-masing anggota dan juga lingkungan. Banyak pembelajaran baru yang aku dapat dalam melakukan proyek kelompok pada kelas 10 ini. Beberapa ide proyek yang aku ajukan dan akhirnya teman-teman menyetujui ide tersebut. Proyek berkebun salah satunya, berawal dari melihat berbagai permasalahan di lingkungan sekolah. Salah satunya dengan kebun belakang sekolah yang kurang terurus akibat efek pandemi. Akhinya kami melakukan survey dan riset terkait cara penanaman beberapa tanaman yang kami pilih. Sekitar 5 tanaman yang kami pilih dan beberapa diantaranya tidak bisa bertahan dan akhirnya tanaman tersebut mati. Tanaman kangkung dan singkong memiliki progress pertumbuhan yang cukup tinggi. Tidak lupa untuk membuat sebuah dokumentasi tahap pertumbuhan dari pada saat penanaman hingga proses panen. Salah satu hal yang aku suka ketika melakukan pembelajran di KPB ini yaitu melakukan pembelajaran tidak hanya di kelas sembari mendengarkan guru menerangkan. Melakukan aktifitas di luar kelas dengan melakukan berkebun mendapatkan sebuah apresiasi. Kala pandemi seharusnya kami banyak melakukan kegiatan di rumah saja, namun dengan tujuan membuat sebuah proyek ini dengan peduli terhadap lingkungan sekolah maka kami buat sebuh proyek cukup baik. Sebelumnya kebun belakang sekolah cukup tidak terurus sehingga dengan adanya proyek ini setidaknya kebun terlihat menjadi lebih rapih dan memang sesuai fungsinya. Lantas pada sebelumnya kebun belakang sekolah tersbut memiliki tanaman liar dan banyak sekali dedaunan dan ranting besar berserakan. Dalam proyek ini mengajarkan sebuah arti dari tanggung jawab untuk mengurus, menghidupi, dan merawat tanaman tersebut. Bahkan kami membuat sebuh piket harian yang akan datang ke sekolah setiap harinya untuk mengurus dan membersihkan area kebun belakang tersebut. Kedua, dalam proyek ini pun bisa meningkatkan untuk membuat perencanaan dan mengatur aktifitas saat berkebun. Melihat anggota kami yang berkebun secara konsisten akan memahami bahwa daun mana yang sudah layu dan sudah rusak akibat hama. Memahami proses tanaman tersebut bertumbuh. Hingga saat masa panen kami pun menikmati hasil dari proses penanaman kangkung yang memerlukan beberapa bulan untuk bisa dipanen. Jadi belajar sesuatu bukan hanya mendengarkan guru menerangkan namun dari hal kecil kita bisa mendapatkan sebuah makna dan pembelajaran.

 

You May Also Like