Bisa dibilang olahraga itu bagian dari jiwaku. Rupanya kata-kata itu mungkin sedikit lebay untuk sebagian orang termasuk aku. Sejak kecil aku suka sekali dengan kegiatan berolahraga entah pada saat kegiatan sekolah maupun saat di rumah. Dulu aku sering kali dikenalkan dengan banyak sekali jenis olahraga hingga beberapa olahraga tersebut aku kuasai hingga sekarang. Bulutangkis, futsal, dan lari adalah kegiatan olahraga yang aku gemari sejak kecil. Salah satu prestasi yang aku capai yaitu menjuarai Smipa open walau pun peringkat 2 aku sangat senang sekali. Kedua, yaitu pada saat Angela cup kami cukup pede bermain saat itu hingga poin 5-2. Itu semua membutuhkan perjuangan pada saat berlatih.
Fisik pun harus tetap terlatih, membutuhkan usaha lebih keras mulai dari kesadaran diri kita sendiri. Dalam kehidupanku banyak sekali pengalaman sangat menarik khusunya dalam dunia sport atau olahraga ini. Pengalamanku tidak hanya itu saja, pada saat bulan Agustus dimana pada 17 diadakan kompetisi bulutangkis antar tatar/komplek. Aku dicurangi saat aku yang seharusnya memdapatkan poin wasit tidak menambahkan poin padahal sangat terlihat jelas . Disitu aku sangat kecewa dan tidak lagi akan mengikuti kegiatan tersebut. Seorang mengikuti pertandingan apapun pastinya harus sudah siap dan menerima kekalahan. Namun pada saat itu aku posisi sebagai yang paling kecil, namun aku pada saat itu bang a karena bisa berani tampil dan melawan yang sudah tingkat anak-anak kuliah. Pengalaman itu menjadi pembelajaran bahwa jangan hanya memandang mata lawan, mau lawan lebih besar dari pada kita yang harus kita lakukan adalajh lawan dengan cara yang benar.