AES079 Kehadiran
yulitjahyadi
Wednesday November 17 2021, 9:40 PM
AES079 Kehadiran


If you consciously let your body take care of you, it will become your greatest ally, and trusted partner.


Tulisan Deepak Chopra yang kutemukan pagi tadi seolah sebuah konfirmasi buatku. Aku pernah menyatakan hubunganku dengan diriku bagaikan simbiosis mutualisme di salah satu esaiku. 


When I am willing to be present with her, she will lead me to explore the world of unknown.


Kemarin aku menuliskannya sebagai kesimpulan dari kehadiranku di atas matras. Saat berada di atas matras, itu berarti aku sedang menyediakan diri untuk hadir penuh bersama diriku. Aku mengizinkan pikiranku untuk sekedar mengikuti saja apa kata tubuhku saat itu.

Banyak hal yang tak selalu dapat kumengerti di saat kehadiran semacam itu, tapi justru di situlah letak keseruannya. 

Aku selalu menaruh intensi sebagai awal percakapan tak bersuara kami. Aku selalu mengawalinya dengan 'I am here

Aku di sini, dan kemudian menarik seluruh perhatianku hanya pada momen kehadiran itu saja. Lalu kadang juga aku menambahkan 'I allow myself to be empty'. Aku mengizinkan diriku menjadi kosong, tidak membawa apapun dalam kehadiran itu dan hanya sekedar hadir. 

'I am listening' dan aku menyediakan diri untuk mendengarkan. Membuka diri untuk menyaksikan apapun yang akan diperlihatkan, mendengarkan apapun yang hendak diperdengarkan, dan mungkin bisa memahami apa yang memang boleh terpahami hari itu. Aku menerima saja apapun adanya di keberadaan itu. 

Begitulah lantas keajaiban itu selalu hadir. 

Selalu, kehadiran tak pernah gagal membuatku kagum. Bukan pada diriku, tapi pada kebesaranNya yang memungkinkan semuanya itu terjadi. 

Makin lama aku justru merasa kiian kecil, makin banyak saja hal yang tak dapat kumengerti dan kian berserah dalam menerima apapun yang diberikan padaku. 

Ketika pikiran ini ditanggalkan sejenak dalam kehadiran, maka aku berubah menjadi seperti anak kecil yang terpesona dengan segala kebaruan yang hadir, yang belum bernama. 

Aku jadi teringat sebuah nasihat lama supaya jangan memberi nama apapun pada sesuatu yang pertama kali disaksikan oleh seorang anak, karena nama itu akan menghentikan keingintahuannya. 

Maka seperti itulah aku jadi selalu ingin tahu, karena pikiranku tak bekerja untuk menalar apapun saat itu atau tak hendak mengambil memori apapun tentang hal itu. 

Dan untukku, itulah 'me time' terbaikku. 

Hadir bersama diriku seperti seorang anak kecil dengan kebebasannya. 

Lalu aku jadi teringat pula kutipan yang kubagikan dua hari yang lalu ini :


The goal isn't to take a lot of vacations, it's to create a life you don't need a vacation from.


Setiap kehadiran memang selalu jadi petualangan kebaruan yang seru. Sungguh menyenangkan. 😁

You May Also Like