AES 1412 Formasi V
joefelus
Thursday May 22 2025, 9:58 AM
AES 1412 Formasi V

Birds that flock seem to learn faster. They increase their chances of surviving and evolve more quickly.

Itu adalah 2 kalimat yang memberikan semacam highlite bagi saya pagi ini. Kalimat-kalimat itu terlihat sangat sederhana tapi jika dipikir lebih dalam, memiliki makna yang sangat kuat. Kebersamaan, itu kata kuncinya. Jika kita melakukan suatu hal bersama-sama, kemungkinan untuk berhasil akan menjadi lebih tinggi bahkan secara eksponensial. Itu katanya. Sangat menarik dan saya jadi ingin ngobrol tentang ini.

Pernah memperhatikan bebek yang terbang secara bergerombol? Pernah lihat formasinya? Ya, benar sekali, bebek-bebek itu terbang dengan formasi unik, mengerucut seperti segi tiga. Katanya itu namanya formasi V. Alasannya adalah air flow atau aliran udara. Formasi ini akan mengurangi tekanan udara dari depan yang dipecah oleh bebek yang menjadi pemimpin grup yang terbang paling depan. Bebek-bebek yang berada di belakangnya akan bisa terbang dengan lebih mudah, lalu begitu pemimpin rombongan itu lelah, maka bebek yang lain akan mengambil alih secara bergantian. Begitu cara mereka terbang dengan efisien terutama jika mereka terbang jarak jauh.

Saya belajar banyak dari bebek-bebek ketika tinggal di Fort Collins. Setiap tahun menjelang musim dingin, bebek-bebek atau angsa-angsa datang dari Utara. Daerah Utara menjelang musim dingin suhunya luar biasa dingin jadi mereka terbang sedikit ke selatan yang cuacanya lebih hangat. Colorado menjadi salah satu tujuan mereka. Bayangkan saja untuk saya musim dingin Colorado sudah sangat luar biasa dinginnya, tapi jika dibandingkan dengan daerah Utara di musim dingin tentunya tidak ada apa-apanya. Itu alasan bebek-bebek ini melakukan migrasi setiap tahun. Di Colorado mereka kawin, bertelur dan menetaskan bayi-bayi bebek lalu membesarkan mereka hingga msuim dingin berikutnya. Jadi memang di musim semi dan musim panas ketika sebagian besar bebek kembali ke Utara, sebagian tetap tinggal membesarkan anak-anak bebek hingga rombongan besar bebek itu kembali lagi di musim gugur berikutnya dan pada saat itu anak-anak bebek akan sudah sudah cukup umur untuk bersama-sama rombongan terbang ke Utara. Saya jadi terbiasa berbagi "tempat tinggal" dengan bebek-bebek ini yang di musim dingin jumlahnya ribuan. Tidak heran seluruh kota sering tercium bau kandang bebek hahahaha..

Eniwei, ketika terbang mereka sangat berisik dan seperti saya katakan di atas mereka terbang dengan formasi huruf V. Satu di depan jadi pembuka jalan. Dengan terbang secara berkelompok dan menjadi pemimpin di depan secara bergantian membuat perjalanan mereka jauh lebih mudah, cepat dan hemat energy untuk terbang jauh. Bayangkan berapa ribu kilometer mereka harus terbang setiap tahun ke Selatan. Hanya dengan terbang berkelompok, mereka dapat survive melakukan perjalanan sejauh itu.

Kalimat yang saya kutip di atas juga mengambarkan bagaimana burung belajar secara berkelompok. Mereka dapat melakukan itu dengan lebih baik jika berada dalam kelompok dan saya pikir demikian juga dengan manusia. Kalau lihat contoh di gym, misalnya, mengapa tempat kebugaran itu ramai, sebab mereka bisa saling memotivasi. Melakukan olahraga secara bersama-sama memberikan kemungkinan untuk berhasil lebih baik daripada sendirian. Sekolah juga demikian, ada peer power yang mempengaruhi setiap individu dalam melakukan kegiatannya. Kekuatan kelompok itu memberi semangat, saling mendorong satu sama lain. Ya begitu itu.

Apa yang bisa dipelajari dari bebek-bebek ini? Mereka hidup berkelompok, mereka belajar bersama-sama. Fun fact: bebek-bebek Kanada ini adalah monogamus, jadi mereka bertemu jodoh dan hidup bersama membentuk keluarga. Jika yang betina bertelur, yang jantan akan menyertainya, menjaga, bergantian mengerami dan membesarkan anak-anak mereka. Keren ya? Nah, ketika memperhatikan bebek-bebek ini, saya langsung ingat Smipa. Bukan karena ramainya, tapi proses belajarnya. Warga Smipa belajar bersama-sama, tidak hanya anak-anak tapi semua yang terlibat ikut belajar. Saya membaca cerita kakak-kakak di sana yang katanya juga belajar sesuatu yang baru setiap hari ketika berinteraksi dengan anak-anaknya. Orang tua juga demikian, saya juga mengalami, orang tua belajar dari anak-anak, kakak-kakak dan sesama orang tua. Cara belajar begini yang sangat efisien. Sama seperti kalimat di atas tentang burung, yaitu jika kita belajar bersama-sama kemungkinan untuk berhasil akan jadi lebih besar.

Minggu depan saya diajak rekan-rekan orang tua untuk terlibat dalam acara kuliner. Saya diajak untuk belajar masak. Nah ini bagi saya sangat seru sebab saya akan belajar bersama-sama dan bukan untuk mengajari karena saya sebetulnya tidak pernah mengenyam pendidikan formal dalam bidang kuliner. Yang saya pilih juga adalah sesuatu yang belum pernah saya lakukan sama sekali. Saya belum pernah memegang bunga Kecombrang apalagi memasaknya. jadi minggu depan ini saya akan belajar bersama-sama mengolah bunga Kecombrang. Kebetulan seperti kelompok bebek, saya diminta untuk terbang di paling depan, ya tidak apa-apa. Nanti kalau saya butuh bantuan, akan minta yang lain menggantikan dan belajar sama-sama, terbang sama-sama, masak sama-sama. Mudah-mudahan masilnya bisa dimakan hingga bisa dinikmati sama-sama. Karena semuanya sama-sama, maka kemungkinan berhasil juga akan lebih tinggi. Mudah-mudahan teori ini dapat kita buktikan sebagai sesuatu yang benar. Hahahaha..

Foto credit: discoverwildlife.com