AES 008 TIGA NAPAS
leoamurist
Tuesday August 10 2021, 9:25 AM

Menerima saja tidak cukup, menempatkan yang memenuhi. Mendengarkan saja tidak cukup, merangkaikan lah yang memenuhi. Mencukupi adalah memenuhi, tidak pernah cukup bukan berarti tidak pernah penuh. Malahan terlalu giat memenuhi hingga melimpas melewati cukup. Jadi, tidak cukup. Karena, melebihi cukup. Nol koma sembilan bukan satu, satu koma nol satu bukan satu.

Melihat saja tidak cukup, memberikan tangan memenuhinya. Membahas saja tidak cukup, menawarkan pengambilan peran memenuhinya. Mengharapkan matahari sana tidak cukup, menempatkan awan memenuhinya. Bukan pada matahari lah fokus penerangan, malahan pada awan yang menghalangi pancarannya tindakan diperlukan. Bukan dengan menganga atau memonyongkan mulut menindaki awan itu, angkat pantat gerakan kaki dan pindah lokasi lah yang lebih efisien. Efektif mana, pindah posisi atau meniup awan.

Lebih mendasar lagi adalah kecerdasan waktu. Bahkan ruang adalah waktu. Minggu waktunya matahari yang meraja, senin waktunya bulan membawa kelembaman, selasa mars yang siap terjang, rabu merkuri yang cerdas gegas, kamis jupiter yang tegas, jumat venus yang berkeinginan senang, sabtu saturnus dengan kelamnya kesadaran. Pada waktu mana, ruang apa, untuk gerak yang bagaimana; siapa menyatakan kapan. Begitulah merespon kenyataan. Kalau bukan begitu, kenapa hanya jadi mainan bayangan di dalam dunia fantasi yang sibuk memperbaiki narasi dan mengupas diksi.

Lebih praktikal lagi, tercerahkan lah dengan tiga napas. Tarik napas hening, lepas napas menerima kenyataan seperti apa. Tarik napas hening, lepas napas menemukan alternatif kenapa bisa demikian. Tarik napas hening, lepas napas menawarkan keterlibatan dalam gerakan merespon keadaan. Awan tetap di langit & matahari tetap memancar, posisi diri tepat pada menerima cahaya & hangatnya sesuai porsi nada orkestra bersama.

You May Also Like