Rasa adalah sebuah indra manusia yang hanya bisa mati ketika kebakar dan terkena virus....
Yu kita buat aes kali ini lebih santai "diawal"
Kali ini pembahasanku mengenai sense atau rasa. Hal ini sering kita alami setiap detik pada kehidupan kita. Rasa ini membangunkan rasa empati, simpati, suka, mengagumi dan lain lain. Rasa ini bisa berupa indera, rasa, perasa, akal sehat dan sebuah makna di balik rasa tersebut. Perasaan ini terkadang muncul namun tidak terjelaskan secara baik dan menyeluruh yang menyebabkan rasa khawatir akan suatu hal atau kecemasan, overthinking dan lain lain. Masalah rasa ini juga bukan sekedar pada indera perasa melainkan memiliki banyak arti dan makna di dalam kehidupan ini, jika kita tidak merasa bahagia maka hidup mu akan suram. Kita juga harus bisa merasakan apa yang hadir dan belum hadir dalam diri kita sendiri, jika itu tidak terjadi maka manusia tidak akan bisa berkembang. Contohnya adalah jika kita merasa kekurangan maka kita akan mencari hal untuk menutupi kekurangan tersebut. Ataupun sebaliknya jika kita merasa sudah berkelebihan maka kita harus membantu sesama kita juga dengan rasa empati terhadap sesama manusia. Selain tentang kehidupan indera perasa ini juga memenuhi warna dalam otak kita contoh kita bisa membedakan pahit kopi a b c dan d lalu bisa merasakan banyak atau kurangnya gula pada makanan / minuman dan semua itu membentuk sebuah kebiasaan atau mindset yaitu, "udah deh porsi ku segini aja", "ini biasa aku segini kok" dll. Dari mindset tersebut kita bisa menjalankan hidup sederhana menggunakan pola mencukupkan diri sendiri (salah satunya) yang membuat diri kita selalu merasa tercukupi atau terpenuhi kebutuhannya. Kesederhanaan ini berhubungan juga dengan rasa rendah hati dkk, yang membuat kita bisa saling menghargai dan ber empati 1 dengan yang lainnya, sebab kita merasakan sebuah kesederhanaan yang bisa mencukupi kebutuhan kita bahkan lebih dari cukup.