AES 19 Kuat namun takut
Antonio Milo
Tuesday September 20 2022, 4:27 PM

Buat apa kuat tapi tidak di pergunakan dengan baik. Kuat namun mental londo. Terlihat kuat namun kuat untuk korupsi.

Kelompok memiliki ketua, ketua memiliki anggota, anggota memilki teman dan rekan. Seharusnya orang-orang yang berdiskusi sambil duduk di kursi pijat relfeksi bisa berpikir dengan santai, jernih dan tenang. Ternyata memang begitu kenyataannya namun mengapa berpikir kumuh jenuh, rusuh dan panik pindah ke pihak yang tidak bersangkutan dengan mereka. Hal-hal yang terlihat aneh namun selalu terjadi di lingkungan hidup masyarakat kita. Kerap kita jumpai seseorang dengan kepala batu yang ingin merubah air menjadi api. Hal bodoh yang diusahakan para ketua kelompok seakan jika terpecahkan ia akan dianggap dewa padahal akan dianggap dukun abal-abal. Hal yang seharusnya mudah tidak di kerjakan, yang tidak bisa terpecahkan di kerjakan sampai masa nya berakhir. Kembali ke topik awal, bayangkan saja ada 1 hiu megalodon ingin makan ikan sarden yang begitu kecil dan tak berdaya di bandingkan dengan hiu tersebut. Namun suatu ketika ada yang mengganggu makanan si hiu tersebut yaitu sarden dan pengganggunya adalah lumba-lumba. Hiu pun marah dan ingin membawa 15.000 Rekannya di luar sana padahal 1 hiu megalodon pun bisa menenggelamkan kapal nelayan yang cukup besar dengan mengoyak ngoyak segala isi kapal. Betapa bodoh nya hiu tersebut, sudah garang tapi membawa kawanan untuk menyerang yang dayanya jauh lebih lemah. Kita bisa melihat betapa lemahnya mental hiu tersebut. Memiliki tahta di bawah laut tapi tidak di dalam hati nya sendiri. Bagaikan perak di lapisi emas, atau berlian terbuat dari plastik atau kaca sehingga terlihat menawan, mewah, berkelimpahan, memiliki kasta padahal jika di ancurkan berlian atau emas tersebut isinya kotor, terlalu banyak penipuan, penjual yang menjanjikan janji palsu di toko online bahwa ini adalah emas dan berlian asli namun tetap di jual dengan harga diatas harga standard berlian dan emas. 

Ini lah yang dinamakan kerja tak pakai otak dan hati. Hal-hal sepele dijadikan rumit, bukan mencari solusi malah merusak dan memperburuk keadaan. Lebih baik 15.0000 + 1 otak tersebut di pakai untuk merundingkan alternatif solusi yang lebih baik. Mentalitas apa itu, membela keadilan dan kebenaran harus bawa massa giliran bertindak illegal dan jahat menghilang dari dunia ini.

You May Also Like