AES 31 {titik awal}
Antonio Milo
Thursday February 29 2024, 9:00 AM

kembali disini. bagiku ini adalah titik awal, walau pada kenyataannya inilah titik akhir perjalananku disini. namun seseorang berpesan kepada ku untuk jangan berhenti menulis. karena perkembangan jaman manusia di tentukan oleh aksara. Jejak kaki ku di hari kemarin adalah sejarah, telapak kaki yang terukir diatas bumi. Aku telah berkelana selama lima bulan, luntang-lantung dijalan menggeret kaki yang hampir lumpuh tertembak. ujarnya; hidupilah hidup. Seketika api unggun menyala di tengah hujan sore itu. Bagi orang-orang ini adalah akhir dari kisah, akhir dari petualangan dan berkelana membuat jejak, akhir dari kepergian menjadi kepulangan. Namun bagi ku ini adalah titik awal. Dimana aku sudah tahu kemana arah pulang sehingga tidak takut untuk berkelana lebih jauh, menelusuri kehidupan yang terdapat di dalam diri. Membuat kisah dan bertukar makna dengan manusia lain, adalah hidup. Titik yang terdapat pada akhir sebuah kalimat, kata dan paragraf bukanlah pertanda sebagai akhir, ia terlihat kecil dan tidak berdaya namun dapat membuat mu terbungkam oleh kata. Petualangan ku kemarin berkelana seorang diri hingga menginjakan kaki di arah timur sana menjadi titik di awal yang membungkam. Sebab aku telah memotret seluruh jejak ku, yang di jamu menjadi sebuah ramuan ajaib yang dapat merapatkan bibir bagian atas dan bawah menjadi satu kesatuan. Terkadang kita tidak sadar dengan apa yang kita ucapkan sebab bibir kita terpisah menjadi dua dan hanya dapat saling mengkritik antara bibir atas dan bawah. Namun ketika itu bersatu, kita menjadi sadar.

Ini adalah titik awal keberangkatan ku menuju halaman berikutnya. Namun aku tidak tahu pasti halaman berapa yang aku akan dapatkan, ketika aku baru membaca halaman nomor satu dan di lempar menuju bait ke 5 halaman ke 19. Kemudian di kembalikan pada halaman kata pengantar sebagai pengingat landasan dasar, yang kemudian tidak untuk di baca ulang namun untuk di refleksikan kembali.