value (noun) menurut Cambridge Dictionary [1]:
Dalam konteks tugas kali ini, begitulah definisi ‘value’ yang paling sesuai. Tapi, ketika aku melirik berbagai kamus lain, definisi lain-lain pula yang dikeluarkan – sekilas, tidak selamanya tampak berhubungan (?).
value menurut Merriam-Webster [2]:
Terlihat jauh dari maksud yang pertama.
nilai menurut KBBI [3]:
Definisi kesukaanku! Terasa begitu puitis dan filosofis. Sekali baca, seluruh definisi ini tidak berkaitan satu sama lain, tidak tampak berhubungan dengan yang seharusnya kita tulis. Tidak tampak berhubungan dengan judul esai ini. Tidak tampak berhubungan dengan spirit maupun essence. Tidak tampak berhubungan dengan penceritaan yang kami simak hari ini.
Hari ini, Kak Fitri bercerita mengenai komunitas pengolahan sampah yang ia rintis di daerah rumahnya, bertajuk Dewi Bumi. Kami diminta menghubungkan tiga kata (value, spirit, essence) dengan kisahnya (kisah yang menurutku hebat, dan, seperti semua kisah lainnya, selalu dilatarbelakangi kata-kata itu). Kak Fitri bercerita tentang segala jerih payah menjalani proyek ini. Orang-orang yang sulit memahami pentingnya sustainability, bau tidak sedap dari pakan maggot, dan sebagainya. Muncullah satu ajaran penting: tak peduli seberapa banyak uang yang kita dapatkan, seberapa sulit usahanya, kita harus sadari bahwa sampah kita adalah tanggung jawab kita.
Dalam segala naik-turun ini, terlihat sekali semangat untuk terus berusaha. Bahkan bila menemukan kesulitan, selalu ada cara untuk mengatasinya, atau mungkin mencari sudut pandang lain (misalnya, ketika ibu-ibu mulai kurang tertarik, mengajak anak muda). Itulah definisi dari spirit [1, 2].
Lalu, ada apa pada inti ini semua? Ada apa di dalam lubuk hati seluruh inisiatif ini? Menurutku, kuncinya adalah rasa peduli. Pada dampak sampah kepada bumi, warga, TPA. Inilah esensi, inilah yang menyalakan api semangat hingga terus berkobar.
Kami diminta mengartikan tiap-tiap dari tiga kata itu, menurut masing-masing. Setelah refleksi, sulit bagiku untuk melakukannya tanpa mempersatukan ketiganya dalam satu definisi. Ketiganya bekerja sama untuk mendorong kita untuk bergerak, memulai hari, melangkah. Bila memakai ibarat api yang tadi: value adalah kayu bakar, esensi adalah korek, spirit adalah api. Value tergerak oleh esensi untuk membangkitkan spirit.
Tapi value adalah esensi dari ini semua, itu kenapa aku memulai esai dengan berbagai definisinya. Value adalah hakikat, value adalah not panjang atau pendek yang menyesuaikan dengan irama, value adalah seberapa berharganya sesuatu dalam monopoli kepercayaan kita, value adalah cahaya yang hanya terlihat saat disandingkan dengan gelap. Value bisa menjadi semuanya.
[1] Cambridge Dictionary. Diakses dari https://dictionary.cambridge.org/dictionary/
[2] Merriam-Webster. Diakses dari https://www.merriam-webster.com/
[3] Kamus Besar Bahasa Indonesia. Diakses dari https://kbbi.web.id/