AES21 Merayakan Paginya Bandung
matheusaribowo
Tuesday September 20 2022, 12:23 PM
AES21 Merayakan Paginya Bandung

Nama Bandung menjadi keterangan tempat pada judul tulisan ini, karena sekarang saya menetap di Bandung. Di kota-kota lain yang sebelumnya saya tinggali, judul ini akan disesuaikan. "Merayakan pagi" menjadi rutin yang menyenangkan di hari libur atau akhir pekan. Saat banyak orang merasa "libur" bisa menjadi kesempatan untuk bangun siang dan bersantai di rumah, bahkan "rebahan" di kasur seharian. Saya sering memilih untuk tetap bergerak dan sering malah bangun lebih pagi dari hari-hari lain. Tentu saja setiap pilihan ada alasan dan tujuannya masing-masing, siapa saja boleh memilih caranya menikmati. Saya memilih "merayakan pagi" dengan jalan, lari, atau bersepeda karena aktvitas-aktivitas itu begitu meditatif dan mindful bagi saya.

Kata orang bijak, kita perlu merayakan hal-hal yang mengundang rasa syukur dan suka cita di hati. Pagi saat hari libur salah satunya. Layak untuk di rayakan. Namun, perayaan juga bukan melulu tentang kemeriahan, ingar bingar, atau kemewahan. Perayaan bisa berupa letupan-letupan rasa syukur serupa kembang api yang menghiasi hati. Sehingga kebahagiaan terpancar dan menjadi ekspresi. Kebahagiaan bukan lagi menjadi sesuatu yang dicari, melainkan sebuah ekspresi dari apa yang dirasa di (dalam) hati.

Seiring berjalannya waktu, perayaan pagi menjadi semakin menarik. Bertambahnya pilihan aktivitas, teman berjalan, pilihan lokasi, dan media untuk berbagi. Dan salah satu yang paling menyenangkan ialah bahwa semakin banyak orang yang melakukan gerakan ini. Merayakan pagi dengan hal-hal sederhana yang sebenarnya adalah memelankan tempo dan mengembalikan keselarasan gelombang diri dengan semesta. Dengan berjalan kaki, saya menemukan hal-hal detail yang tak ditemukan saat berlari, bersepeda, apalagi berkendaraan mesin. Dengan berlari, saya mengkalibrasi napas dan mengatur ritme jantung. Dengan bersepeda saya belajar menyeimbangkan banyak hal dalam hidup. Dari pilihan 3 aktivitas awal ini saja saya bisa merayakan pagi dan terlebih merayakan diri saya sendiri dengan lebih intim. 

Bandung. Bersyukur sekali berada di Bandung. Bandung menyediakan tempat perayaan yang elok nan sejuk. Paginya Bandung di akhir pekan layaknya langit malam untuk pesta kembang api. Kembang api mana yang tak indah ketika meledak dan memancarkan warna-warni cahayanya di luas dan gelap malam. Begitulah Bandung untuk merayakan pagi. Jalanan yang teduh, pohon-pohon trembesi yang memeluk di beberapa ruas jalan, udara segar bersama mentari yang cukup. Ingin merayakan paginya Bandung? Nyalakan, mulailah melaju bebas, letupkan percikan syukur, dan jadilah perayaan itu sendiri di naungan paginya Bandung. Sebab Merayakan Paginya Bandung, berarti merayakan "diri sendiri", dan Bandung sebagai langitnya. Kalau kata Rumi, "kita bukan penari, kita adalah tarian itu sendiri."