AES043 - yang tak bisa kumiliki
Ara Djati
Wednesday September 25 2024, 1:58 PM
AES043 - yang tak bisa kumiliki

Aku selalu memiliki hasrat berlebihan untuk hal-hal yang tidak bisa kumiliki. Hal-hal sederhana, biasanya yang sudah tidak ada lagi, atau perlu kugali-gali dari otakku di dalam gang terpencil di tengah pulau Jawa. Aku bisa sepanjang hari memikirkan hal-hal ini.

Dulu ada tukang gorengan di depan Griya Setrasari, dengan gerobaknya yang sederhana dan bungkusannya dari kertas yang dilipat rapi. Aku selalu tidak sabar dibelikan gorengan, terutama pisang kipasnya yang selalu manis dan tempe gorengnya yang selalu tipis dan kriuk. Aku selalu menebak-nebak kertas bungkusannya bekas apa: fotokopian kartu keluarga, soal-soal ujian, lembaran skripsi. Rasanya seperti mengintip hidup orang, orang-orang yang tak pernah akan kuketahui. Suatu hari, beberapa tahun lalu, ayahku berkata bahwa tukang gorengan itu sudah tidak ada lagi. Kata pedagang di sekitar situ, dia pulang kampung. Setidaknya sebulan dua kali aku masih memikirkannya, membayangkan pisang kipasnya, mengingat topi hijaunya dan kemeja garis-garisnya.

Ada begitu banyak hal-hal remeh seperti itu yang takkan pernah kudapat lagi: pizza kesukaanku yang tutup, sebuah novel yang luar biasa menarik tapi tidak sesungguhnya ada di dunia nyata karena dia datang padaku dalam mimpi, sebuah kerang berwarna biru gelap menawan yang jatuh dari tanganku dan hilang tertelan ombak selamanya. Aku bisa terus-terusan meratapi hingga bertahun-tahun kemudian, jadinya agak obsesif dan menggantung. Selalu sesuatu yang begitu dekat dalam genggamanku, begitu ingin kupegang selamanya, tapi kemudian hilang dan aku tak punya jalan kepadanya lagi. Kata orang aku harus belajar untuk let go dan membiarkan hal yang sudah lewat, lewat. Tapi masih sulit untukku. Aku selalu penasaran. Seperti hari ini, aku bertanya pada semua temanku dan membujuk mereka untuk membantuku mencari nama satu restoran spesifik warna biru kotak-kotak di daerah Setiabudhi atas ke arah Pondok Hijau, hanya karena aku pernah lewat sekali dan lupa mencatat namanya.

Tadinya kupikir ini bagian dari keinginan manusia untuk selalu memiliki hal yang belum dia miliki. Tapi sebenarnya tidak. Bagiku, ini lebih seperti rasa ketinggalan. Ketinggalan kesempatan, ketinggalan keindahan, untuk sesuatu yang begitu sederhana tapi tak bisa kuambil. Aku tidak suka perasaan tidak tahu, itu kenapa hal ini begitu menggangguku.

Andy Sutioso
@kak-andy   2 years ago
Menarik. Terima kasih esainya Ara ☝🏼😊