AES094 - Solitaire
Ara Djati
Friday December 27 2024, 11:09 AM
AES094 - Solitaire

Aku pertama belajar cara main solitaire saat Kelas 9, diajarkan oleh salah seorang temanku. Permainannya tampak sederhana — sedikit membuat berpikir, tapi konsepnya mudah. Lama-kelamaan, aku semakin senang bermain solitaire. Kalau sudah terbiasa, menggeser-geser kartu dan memindahkannya sesuai urutan, semuanya jadi terasa intuitif dan repetitif. Kalau lagi bosan, sadar-tidak-sadar, aku langsung membuka solitaire di browser dan mulai bermain.

Awal-awal aku kurang paham bagaimana cara kerja poin di solitaire. Kenapa, kalau aku mengambil kartu dari tumpukan As, poinku berkurang hingga jadi 15? Bagaimana caranya agar poinku bisa melambung lebih dari 300? Semakin sering aku bermain, semakin aku menemukan strategi untuk menambahkan poin. Aku bisa memanipulasi glitch dalam solitaire google, atau aku bisa mengikuti prosedur tertentu dalam urutan menyusun kartu. Sejauh ini rekorku 945. Tapi rekor dunia solitaire google adalah 1000, jadi aku penasaran apakah bisa mencetak rekor itu.

Beberapa hari lalu aku menemukan bahwa ada jenis lain solitaire, yaitu pyramid solitaire. Kartunya disusun menjadi bentuk piramida, dan tujuannya adalah memasangkan dua kartu agar bernilai total 13. Jadi kalau aku bosan dengan solitaire klasik, aku bisa pindah bermain pyramid solitaire. Ternyata solitaire ada banyak sekali jenisnya.

Ternyata solitaire mulai pertama bermunculan di Eropa Utara, lalu mulai bergerak ke Eropa Barat dan populer di Prancis pada abad ke-18. Permainan kartu memang sudah lama ada. Ada banyak sekali versi permainan kartu, sama seperti ada banyak sekali versi permainan solitaire. Kartu bisa dipakai juga untuk sulap. Mereka fleksibel, mudah dikenal, bisa dibawa ke mana-mana tanpa memakan banyak tempat. Aku paham kenapa bisa ada berbagai jenis dek kartu selain kartu remi: kartu koleksi, kartu tarot, tentu saja kartu uno! (Kapan-kapan aku akan menulis esai tentang kartu uno kesukaanku yang legendaris)