AES117 - Pojokan
Ara Djati
Monday May 11 2026, 9:04 AM
AES117 - Pojokan

Bangunan-bangunan di kota Temanggung terlihat seperti terjebak dalam waktu. Toko swalayan, rumah-rumah besar dengan lapangan luas dan tirai bambu dan lampu gantung, kayu ukir di ambang pintu. Kami berjalan siang-siang pulang dari gereja ke titik kumpul kelas di Tomoro. Angin sepoi-sepoi dan dedaunan pohon membuat matahari terasa tak sepanas itu. Banyak sekali pohon, membatasi trotoar dengan jalan raya.

Trotoarnya bagus sekali. Mungkin di semua kota trotoar begini, semua kota selain Bandung. Semuanya bersih dan terawat, lebar, berwarna terang. Di pinggir jalan banyak plang yang menjelaskan sejarah kopi dan tembakau di Temanggung. Semua terlihat tertata dan terpikirkan dengan baik.

Ini pertama kali kami main ke kota sejak tiba di Ngadiprono. Dusun ini merupakan dusun pojok, akses masuknya hanya satu. Dia tertutup di tiga sisi lain, buntu di kali atau di sawah atau di hutan bambu. Kalau ke kota, kami harus memesan gocar yang luar biasa lama menunggunya, dan kalau dihitung lebih murah dibanding menyewa angkot.

Tapi tempat-tempat yang ada di pojokan biasanya memang lebih jernih budayanya, karena tidak banyak terpengaruh dari luar. Di sini salah satu contohnya.