AES 1363 Komunikasi Terhambat
joefelus
Sunday March 16 2025, 9:55 AM
AES 1363 Komunikasi Terhambat

"Paaaa.... wah rajin! Bagus pak sekarang jadi hijau. Nanti kalau berbunga pasti keren sekali" Kata seorang ibu yang sedang olah raga jalan kaki pagi.

"Terima kasih Buuu, iya nih. Saya sedang belajar tentang anggrek. " Jawab saya, sambil terus mengikat tanaman saya disatukan dengan akar pakis dan diberi moss agar dapat menjaga kelembaban akar-akarnya.

Akhir-akhir ini saya memang memulai hobi baru. Bermain dengan tanaman. Di awal saya sangat gamang dan serba takut karena memasuki daerah yang tidak saya kenal sama sekali. Anggrek, misalnya. Saya hampir tidak tahu apa-apa soal anggrek. Yang saya bayangkan adalah tanaman yang kebanyakan sebetulnya sejenis benalu menempel di media lain dan senang akan matahari serta kelembaban. Pertanyaan saya, sejauh mana kelembaban yang diinginkan, sebanyak apa matahari yang dibutuhkan dan lain sebagainya.

Mengurus tanaman menurut saya mirip dengan mengurus bayi. Hampir tidak ada komunikasi, semuanya harus melalui proses tebak-tebakan. Bagaimana saya tahu informasi yang disampaikan oleh tanaman, seringkali dengan berbagai pengamatan. Untungnya jaman sekarang kita bisa dengan mudah mencari informasi dari pengalaman orang lain di internet, walau terus terang sangat membingungkan sebab setiap orang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda-beda.

Nah anggap saja tanaman itu bayi dengan kemampuan komunikasi ala kadarnya. Ketika bayi menangis, kita harus mampu menterjemahkan apa keinginannya, sebab itu satu-satunya cara dia berkomunikasi dengan kita. Menangis bisa berarti lapar, perut kembung, minta dipeluk atau minta dibersihkan. Masih banyak yang lainnya. Tapi 4 itu yang paling saya ingat. Yang harus saya lakukan adalah mengamati. Pertama-tama memang bingung. Ketika menangis karena ibunya di kampus saya segera membuat susu. Ketika diberi susu dia menolak, dan terus menangis artinya dia tidak lapar. Cari lainnya, lihat pampersnya, wah ternyata kering. Jadi bukan minta diganti. Dipeluk-peluk baru dia merasa nyaman dan diam. Apakah dia kedinginan? Saya tidak tahu. Apakah dia hanya butuh ditemani? Saya juga tidak mengerti. Mungkin dia lelah dan ingin tidur dan yang paling nyaman ada di dalam pelukan. Hmm.. mugkin begitu. Saya tepuk-tepuk punggungnya ketika pipinya dan satu telinganya berada di dada saya. Mungkin saja detak jantug saya membuat dia merasa aman, soothing, dan sebagainya. Mungkin. Yang jelas dia kemudian terlelap dan saya tunggu sampai betul-betul tertidur sehingga bisa saya pindahkan ke tempat tidurnya, lalu saya bisa melanjutkan dengan kegiatan membersihkan rumah, mencuci pakaian dan sebagainya.

Nah tanaman juga begitu. Saya harus mampu melihat tanda-tanda. Itu cara tanaman berkomunikasi dengan saya. Bedanya, tanaman sangat pasif dan tanda-tanda baru saya ketahui lama kemudian. Lebih susah! Kalau bayi ada reaksi, tanaman tidak. Misalnya ada satu tanaman yang merambat yang saya gantung di dekat pintu depan. Ini yang paling mudah, tumbuhnya cepat dan saya bisa melihat dia suka matahari dari arah tanaman itu tumbuh. Jadi saya tahu tanaman ini senang matahari. Setiap hari saya putar potnya sehingga secara bergilir daun-daun yang tumbuh mendapat sinar matahari.

Angrek yang susah karena saya tidak megerti. Ketika beli, bapaknya berkata bahwa ini harus di pot sedangkan yang lain bisa digantung atau ditempel ke pohon. Saya punya beberapa bidang bekas teralis, jadi untuk sementara saya gantung semua di sana. Yang di pot saya tanam di media tanah berkompos. Beberapa hari kemudian saya lihat beberapa daunnya menghitam. Langsung saya panik sebab itu tanda-tanda tidak sehat. Ternyata anggrek ini memiliki akar udara, jadi tidak bisa ditaruh di media tanam biasa. Saya harus beli arang, dan batu agar bisa ditanam dengan sirkulasi udara yang baik. Nah pengetahuan seperti itu sangat dibutuhkan dan tidak bisa diperoleh dari hanya melihat dan menterjemahkan tanda-tanda yang diberikan tanaman ini sebagai bentuk komunikasi.

Tanaman-tanaman yang lain cenderung lebih mudah. Sejauh ini belum ada yang gagal, ada yang hampir kering tapi kemudian saya bisa menebak apa yang tanaman ini inginkan. Sekarang mulai tumbuh dengan sehat. Yah, mengurus tanaman ternyata tidak mudah, tidak seintens mengurus bayi yang harus ditemani selama 24 jam, tapi sangat sulit dalam urusan komunikasi. Hahaha..