AES17 - Mampir ke rumah teman
Asep Ramdan
Tuesday September 24 2024, 8:12 AM
AES17 - Mampir ke rumah teman

Pembelajaran Smipa yang holistik dan tematik, tentunya 'memaksa' fasilitator untuk membuka seluruh panca indera dan hati untuk belajar dan merasa. Bukan sekadar menyampaikan olahan maupun pembelajaran, lebih dari itu, belajar di Smipa menawarkan pengalaman hidup dan memaknai proses belajar. Terkadang, inspirasi kegiatan tidak didapatkan dari buku maupun referensi luar, tapi dari obrolan ringan ngalor-ngidul sehari-hari.

Menemukan kepingan kegiatan yang hilang pasca pandemi.

Seperti biasa,saat rehat saya mengobrol dengan Kak Ana dan berbegi cerita tentang pengalamannya membersamai teman-teman, Kak Ana bercerita kalau dulu, zaman bersama Kak Lyn suka ada kegiatan saling berkunjung ke rumah teman. Selain menjadi ruang bersosialisasi antar teman, membangun respek dan etika saat bertamu, kegiatan ini juga menjadi ruang membangun koneksi bermakna bersama orangtua. Seiring berjalan waktu, kegiatan seperti ini nampaknya terlupakan setelah pandemi. Wah sepertinya menarik kalau kita hidupkan lagi.Gaskeun!  

Kebetulan, kegiatan ini pas dengan cerita tema di kelas 6 (pasukan Kecak) juga bercerita tentang suatu daerah imajinatif bersama Nusa Jingkrak yang sering terkena bencana, karena para warga sudah saling acuh dan melupakan tradisi. Sejauh ini, di kelas teman-teman sudah melakukan 'tradisi' agar Nusa Jingkrak lebih guyub, mulai dari memasak bersama masakan khas bali, ngarujak, baik rujak yang biasa maupun rujak tumbuk. Tinggal kurang lengkap sepertinya kalau tidak ditutup dengan berkunjung ke rumah teman dan ngaliwet bersama.  

WhatsApp Image 20240924 at 09.03.37 1.jpeg                                  WhatsApp Image 20240924 at 09.03.37.jpeg

(Membuat pincuk dari daun pisang)                  (Mencoba rujak bebek/tumbuk)

Keluarga yang ramah dan supportif 

Setelah menyampaikan ide ini ke teman-teman, ada beberapa yang mengajukan diri. Singkat cerita, terpilih lah Jojo sebagai tuan rumah dari kegiatan ini, setelah meminta izin dan menyampaikan maksud kepada Bu Firma, beliau menyambut baik hal tersebut. Kami pun berkunjung untuk survey, melihat situasi karena kegiatan ini juga akan terintegrasi dengan tutup tema sekaligus lawang ameng, menyambut tema yang baru.

Bersyukur sekali, keluarga Jojo ini dengan ramah dan supportif menjelaskan banyak hal kepada kami, bahkan sampai menunjukkan titik dimana bisa mengambil daun pisang gratis yang bisa kami manfaatkan untuk alas liwet. Keluarga Jojo juga berkenan untuk menunjukkan lingkungan sekitar termasuk jalur hiking yang jika cuaca cerah, dapat terlihat pemandangan gunung tangkuban perahu yang indah. Ah tentunya kami tidak sabar untuk mengajak anak-anak kesana.

WhatsApp Image 20240923 at 15.30.55.jpeg        WhatsApp Image 20240923 at 15.33.25.jpeg

Setelah pulang, kami disuguhi teh dan pisang goreng yang hangat, ah enak sekali. Sembari menceritakan tentang proses Jojo selama di Smipa, mengingat di kelas 6 juga ada teman-teman yang tidak berproses lagi di SMP, semoga saja kegiatan ini bisa menjadi memori manis yang bisa dikenang semua pasukan Kecak.      

matheusaribowo
@matheusaribowo   2 years ago
Seru sekali Kak Asep!
You May Also Like