Hai gais.. Bertemu lagi di AESku yang masih menceritakan tentang pertandingan futsal di Sekolah Pelita Fajar. Kali ini aku akan menceritakan apa yang terjadi di pertandingan kedua yaitu babak 16 besar.
Untuk yang belum tahu.. Jadi, tanggal 10 Desember kemarin, aku bertanding futsal bersama tim futsal Semipalar yang dilatih oleh Kak Linus, Kak Bimo, dan Kak Jose. Ini adalah cerita pertandingan kedua dari turnamen Pelita Fajar itu.. Kalau kalian belum baca cerita pertandingan pertama, boleh dibaca dulu yaa..
Di pertandingan ini, starting playernya masih sama dengan yang kemarin, yaitu Alfie(K6), Alvaro(K3), Jed(K6), Max(K6), dan Nadiv(K6). Adhya(K6sudah keluar dari smipa), Boni(K6), Diara(K6), Rhea(K6) menjadi pemain cadangan. Lawan kami di pertandingan ini adalah sekolah Bina Bakti. Salah satu teman Jed ada yang bersekolah Bina Bakti, dan Jed bertemu temannya sedang menonton sekolah Bina Bakti melawan Semipalar. Tim Bina Bakti menggunakan strategi attack yang menaruh 3 orang di depan dan 1 orang di belakang. Semipalar menggunakan formasi kotak lagi untuk membuat tim menjadi balanced atau seimbang di depan dan belakang.
Di babak pertama, bola lebih sering dibawa oleh tim Bina Bakti. Tetapi, mereka juga sering kehilangan bola karena kami bermain cukup agresif di pertandingan ini. Max dan Jed banyak melakukan tekel dan cleansheet yang penting. Ada di satu kesempatan saat kondisi bola sedang mati, bola sedang berada di kondisi out dan aku akan melakukan tendangan kedalam atau kick-in. Saat itu, aku ada di sebelah kanan, lalu di kotak pinalti ada Boni yang menunggu bola. Saat itu boni hanya dijaga oleh kiper, lalu tanpa pikir panjang aku langsung mengopernya dengan chip pass tapi sayagnya karena Boni kurang maju kedepan, bolanya lepas. Babak pertama berakhir dengan skor 0 - 0.
Di babak kedua ini, tim Semipalar dan Bina Bakti masih menggunakan strategi yang sama, hanya ada beberapa pergantian pemain saja. Permainan di babak kedua ini tidak jauh beda dari permainan di babak pertama. Singkat cerita hal menarik terjadi di akhir-akhir babak kedua yaitu tim lawan mendapatkan tendangan pinalti karena Max dengan tidak sengaja menyentuh bola dengan tangan di dalam kotak pinalti. Peluit mulai pinalti dibunyikan, saat itu aku tidak bermain dan duduk di samping lapangan. Aku ingat sekali, saat itu yang menendang pinalti adalah pemain nomor 10 dan ia menendang ke arah kanan sedikit keatas. Tapi tendangan itu tidak menghasilkan gol! Karena Adhya menepis tendangan itu! Tak lama kemudian peluit panjang dibunyikan.
Pertandingan di perpanjang ke babak adu pinalti, tim lawan mendapatkan tendangan pertama. Kiper tim kami adalah Adhya di saat babak adu pinalti ini. Tendangan pertama tidak gol karena Adhya menepisnya! Tendangan pertama Semipalar di tendang olehku tapi tidak gol karena tendangannya lemah dan mengarah ke tengah. Lawan menendang, tidak gol, Adhya menepis bolanya lagi. Lalu Alvaro menendang bolanya keatas, melambung.. padahal kipernya tinggi.... Tapi... GOL UNTUK SEMIPALAR! Semuanya senang, aku ingat muka Kak Bimo yang sangat bersemangat dan antusias. Tapi aku ingat ini belum akhirnya. Tendangan penentu.. oleh Bina Bakti.. Hasilnya? TIDAK GOL LAGI! SEMIPALAR MEMENANGKAN PERTANDINGAN DAN LOLOS KE PEREMPAT FINAL!
Di hari itu, menurutku Adhya adalah pahlawannya karena semua pinalti dia gagalkan. Menjaga gawang dari pinalti itu sulit, karena harus memiliki mental yang kuat. Saat menang itu, aku terharu.. semuanya senang kami bermain lagi di esok harinya.
Terima Kasih sudah membaca.. Kita bertemu lagi di AES berikutnya! Salam Olahraga!