Bahwa kita sampai di titik ini; bekerja di rumah, belajar dari rumah, tergantung pada jaringan internet, was-was ketika berada di luar rumah, khawatir ketika ada yang terpapar, merasa tak berdaya bila ada yang tiba-tiba berpulang, dllsb., adalah misteri semesta. Proses panjang untuk semua, dan tentunya dimaknai berbeda oleh setiap orang. Satu setengah tahun semua dari kita berada dalam situasi untuk terus menyesuai dengan segala perubahan. Banyak hal dan keputusan saat ini membutuhkan pertimbangan lebih jauh dari biasanya. Termasuk munculnya pilihan baru, seperti wacana Tatap Muka. Seakan harapan dan doa yang selama ini banyak diungkap mulai mewujud, tapi tetap akan berbeda karena banyak hal belum dapat kembali ke kondisi semula.
Intinya, bagaimana anak-anak dapat kembali berkegiatan di sekolah dengan aman? Sementara kata ‘aman’ saat ini, mengacu pada sesuatu yang tidak terlihat dan tidak dapat diprediksi. Tidak bisa terlalu khawatir, tapi tidak bisa juga menganggap remeh. Pada kenyataannya, virus bisa muncul dari siapa saja, bahkan orang yang merasa baik-baik saja, sehat sekali, bisa menjadi perantara. Yang dapat dilakukan lebih pada lingkup individu. Selain menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh masing-masing, setiap orang dapat membangun kesadaran diri untuk disiplin menerapkan protokol yang sudah diketahui dan memang wajib dilakukan. Kepentingannya tak hanya untuk diri, agar tidak mudah tertular, tapi juga untuk orang lain, agar tidak menjadi penular.
Karenanya, kesepahaman, kerja sama, dan kesediaan semua warga sekolah untuk mengikuti prokes dan pengaturan yang coba dibuat demi kepentingan bersama menjadi sangat penting. Cairnya relasi antar keluarga dan orangtua yang biasanya menjadi keasyikan tersendiri, tentunya masih perlu ditunda atau dilakukan dalam bentuk yang berbeda. Kerinduan berkumpul, bertukar cerita, ngobrol seru yang biasanya dilakukan sembari menunggu anak-anak belum dapat dilakukan ketika mengantar anak-anak mengikuti kegiatan Tatap Muka. Namun setidaknya ada harapan yang mulai terlaksana. Dimulai dari yang paling esensial, anak berkegiatan di sekolah dengan aman.
Kami pun bersepakat untuk tidak tergesa, agar dapat mempersiapkan segala sesuatu dengan matang, dan mempertimbangkan berbagai sisi dan kemungkinan. Utamanya adalah agar kegiatan Tatap Muka dapat mendukung proses yang tengah berjalan. Meski dengan porsi yang masih minim, kebutuhan interaksi langsung dan suasana belajar bersama di sekolah, sedikit demi sedikit mulai terpenuhi.
Semoga..