AES 72 Refleksi Nurani
“Menurutku nurani adalah sebuah sifat, dan perasaan dari dalam “pikiran” kita. Salah satu contoh dari nurani adalah etika, niat, dan emosi yang dimiliki setiap orang. Nurani juga bisa berhubungan dengan jasmani yang lebih mengarah ke fisik.” Kutipan dari pemaknaan nurani yang sudah pernah aku buat pada 7 April
Sudah hampir setahun aku tidak mengikuti misa gereja secara offline. Pada awal awal pandemi aku jarang mengikuti misa online karena memang pada awal awal pandemi tidak banyak orang yang mengikuti misa online atau bahkan mungkin belum ada, hingga akhirnya diadakan gereja dan misa online. Pada awalnya aku merasa aneh, dan merasa seru seru aja karena kegiatan misa nya dirumah dan kita hanya perlu duduk tidak perlu berlutut dan berdiri. Namun seiring berjalannya waktu akhirnya aku merasa bosan dan malah sering merasa ngantuk. Selama ini aku bukanlah tipe orang yang aktif di gereja namun aku mengikuti misa ibadah setiap minggunya, maupun pada saat pandemi atau sebelum pandemi. Pada saat sebelum pandemi di mulai aku sering ke gereja dihari minggu, namun terkadang aku juga pergi ke gereja pada saat sabtu sore, karena materi atau bacaannya sama dengan hari minggu nya. Apa yang aku maksud dengan aktif di Gereja? Contohnya pada saat ada acara acara Gereja aku tidak ikut, acara yang dimaksud adalah acara kebersamaan bukan acara ibadah. Atau bahkan mengikuti misdinar atau biasa disebut altar server yang dalam bahasa indonesianya adalah putra altar.
Jujur, aku bisa dibilang jarang doa, selain pada saat gereja, misalnya pada saat bangun tidur, doa sebelum tidur, doa sebelum makan. Namun akhir akhir ini aku lebih sering doa sebelum tidur terutama pada saat aku rasa hari itu berat sekali. Mungkin dalam seminggu aku bisa doa lebih dari 3x doa sebelum tidur. Doa sebelum makan juga terasa lebih sering terutama pada saat pandemi ini… oiya ngomong ngomong soal doa tidur sepertinya jarang sekali aku doa setelah bangun tidur, selain karena tidak terbiasa kadang aku bangun cukup mepet sehingga lupa untuk doa dan langsung berkegiatan dan beraktifitas. Beberapa waktu lalu aku sempat berdiskusi mengenai “ apabila Tuhan memang ada apa buktinya?” dan pertanyaan itu tidak akan pernah bisa dijelaskan secara logika, atau bahkan memang pertanyaan itu tidak bisa dijawab karena tidak ada jawabannya juga. Karena pada dasarnya Tuhan dan Agama itu adalah keyakinan dan kepercayaan bukan sesuatu yang dapat dibuktikan seperti adanya oksigen di Bumi.
Pada pemaknaan nurani sebelumnya aku sempat membahas bahwa niat juga termasuk dengan nurani. Niat dan mood atau suasana hati menurutku saling melengkapi. Dan mereka berdua saling mempengaruhi. Dan ternyata benar saja pada saat aku mengerjakan proyek mandiri ini aku banyak menunda pekerjaan hingga akhirnya aku sempat tertinggal dibelakang dan sempat banyak mengejar hanya dalam 1 minggu saja. Dalam proyek ini mood ku juga bisa dibilang kurang stabil karena bisa dibilang cukup sering menunda-nunda pekerjaan.
Ngomong ngomong soal time management, akhir akhir ini sebenarnya sudah ada peningkatan dalam time management ku, seperti contohnya selalu meluangkan waktu untuk sarapan terlebih dahulu sebelum memulai kegiatan atau sekolah atau lebih banyak meluangkan waktu dengan keluarga meskipun hanya cuman ngobrol. Karena kadang bisa satu hari aku hanya keluar kamar hanya untuk makan saja, dengan adanya sifat yang tidak peduli dengan lingkungan seperti ini, akhirnya aku sadar bahwa hal yang aku lakukan tidak ok sama sekali. Oleh karena itu akhir akhir ini aku banyak fokus ke time management ku.