"Nin, ternyata travel insurance kita cuma sampai besok." Kata saya.
"Loh kok bisa?" Komentar Nina.
"Ga tau, mungkin gua salah waktu masukin tanggal. Jadi harus beli baru atau yang sekarang diperpanjang." Jawab saya.
Asuransi kesehatan memang sangat penting ketika sedang melakukan travelling. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dan mengeluarkan sedikit anggaran untuk berjaga-jaga menurut saya sangat penting. Sama seperti kita sedang menyewa kendaraan ketika sedang berpergian, kalau sedang tidak beruntung kita bisa terlibat dalam sebuah kecelakaan walau kita sudah sangat berhati-hati. Orang lain mungkin menjadi penyebabnya dan kita bisa saja berada di tempat dan waktu yang salah sehingga kecelakaan tidak terhindarkan. Nah, sedikit pengeluaran sebagai bentuk jaminan ketika menghadapi suatu yang tak terduga memang patut dipertimbangkan. Memang teradang jumlah dana yang kita keluarkan tidak kecil, apalagi jika dkonversikan dalam rupiah. Seperti misalnya asuransi kesehatan untuk pelancong, untk berdua selama 1 bulan dapat mencapai lebh dari 2 juta rupiah, tapi seandainya kita terpaksa harus ke rumah sakit maka biaya yang akan kita habiskan tanpa perlindungan asuransi bisa mencapai juh lebih banyak lagi.
Saya pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan hampir 20 tahun yang lalu ketika harus membawa Kano ke Unite Gawat Darurat karena slah jadwl memberikan obat sehingga Kano mengalami over dosis. Tanpa asuransi, yang harus saya bayarkan lebih dari 18 ribu Dollar karena Kano harus menginap semalam. Bayangkan saja jika dikonversikan ke dalam rupiah. Untung saat itu saya memiliki asuransi keseatan yang baik walau butuh waktu dan perdebatan yang berulang-ulang karena seperti biasa pihak asuransi selalu berusaha menghindar. Akhirnya memang dana yang harus saya keluarkn jauh lebih sedikit dari tagihan yang pihak rumah sakit tuntut. Nah, berdasarkan pengalaman terdahulu, saya jauh lebih rela menguluarkan dana sebagai bentuk jaminan dan juga saya dapat memperoleh semacam peace of mind.
Biaya yang kita keluarkan untuk asuransi adalah semacam uang hilang. Berbeda dengan misalnya asuransi jiwa yang sering dianggap sebagai semacam "tabungan" walau sebenarnya tidak demikian karena uang yang kita bayarkan diinvestasikan oleh pihak asuransi. Saya tidak terlalu mengerti secara detail, tapi asuransai semcam itu juga berisiko. Saya dulu kehilangan banyak sekali dana dari 2 asuransi jiwa yang saya miliki. Iming-imingnya adalah setelah 15 hingga 20 tahun, saya memiliki tabungan untuk pendidikan anak. saat itu saya memang baru menikah dan tidak terlalu banyak kebutuhan sehingga saya membeli 2 asuransi dengan jumlah yang besar karena hampir setengah penghasilan saya masuk ke sana. Ternyata pihak asuransi "kalah" dalam usaha investasi mereka sehingga seluruh dana yang saya bayarkan habis dan hanya tinggal 90 ribu rupiah yang tersisa setelah lebih dari 10 tahun saya "tabung". Sejak saat itu saya tidak mau lagi engambil asuransi jiwa waupun dengan berbagai program memikat yang mereka tawarkan. Saya lebih suka membeli asurnsi kesehatan walau dana yang saya bayarkan pasti akan hilang. Membeli insurance, membeli rasa aman dan peace of mind bagi saya jauh lebih penting daripada "menabung" dengan cara-cara semacam itu. Kalau saya ingin investasi, lebih baik saya sendiri yang aktif, bukan dilakukan oleh pihak lain. Kasarnya mereka yang "berjudi" sementara saya semata-mata hanya sebagai penyandang dana! Enak aja!
Kalau berkaca pada pengalaman, saya merasa telah "untung" dalam memiliki asuransi kesehatan. Saya, Nina dan Kano kalau saya kalkulasi biay medis selama bertahun-tahun entah sudah menghabiskan berapa ratus ribu Dollar. Ketika Kano dilahirkan, karena saya memiliki asuransi yang baik, saya tidak membayar apapun dimulai sejak test kehamilan pertama di rumah sakit. Sesudah itu semua baya ditanggung asuransi, termasuk seluruh kelas persiapan yang kami ambil seperti kursus perawatan bayi, kursus persiapan kelahiran dan sebagainya. Nah selama 3 tahun ketika Kano mendapat perawatan jantung juga saya tidak banyak mengeluarkan biaya. Nina dioperasi 5 kali ketika di Colorado, saya dioperasi 1 kali. Jika menghitung semua biaya yang dihabiskan oleh Nina, total entah berapa ratus ribu Dollar. Untuk operasi mengganti lutut mediannya diatas 27 ribu Dollar sementara Nina harus dioperasi 3 kali. Itu baru lutut, belum pengangkatan kantung empedu yang mendekati 10 ribu, laparoskopi yang mencapai 12 ribu, dan sebagainya. Itu baru prosesur operasi, bagaimana dengan rehabilitasi selama berbulan-bulan 2 hingga 3 kali per minggu yang setidak-tidaknya memakan biaya 100 hingga 150 Dollar per sesi? Dengan memiliki asuransi kesehtan, kami dapat menjalani semuanya dengan biaya minimum. Memiliki asuransi memang sangat penting!
Saya hanya berbagi pengalaman. Memang kadang tidak semua orang memikirkan itu, apalagi ketika sedang pergi berlibur asurnsi perjalanan seringkali diabaikan hingga kemudian ada penyesalan ketika terjadi sesuatu. Saya tidak mengharapkan ada kejadian yang tidak menguntungkan, tapi memang tidak ada jaminan bahwa perjalanan kita selalu mulus. Seperti misalnya statistik mengatakan kurang dari 3% kecelakaan lalu lintas dialami oleh pelancong, jumlahnya sangat kecil dibandingkan dengan kecelakaan yang dialami oleh masyarakat umum. Tapi bagaimana jika kita termasuk dalam 3 persen itu? Tidak ada jaminan bahwa kita bebas risiko, bukan?
Beberapa tahun yang lalu saya sedang berjalan kaki sendrian menyusuri jalan-jalan di dekat Lincoln Memorial di Washington DC. Tiba-tiba ada sebuah kecelakaan lalulintas di salah satu perempatan yang melibatkan turis yang kalau melihat penampilannya adalah orang India. Nah saat itu saya berharap bahwa turis itu memiliki asuransi kendaraan, sebab tanpa itu dia akan harus menghabiskan dana ribuan Dollar karena bagian depan kendaraan yang dia kemudikan ringsek. Itu merupakan sah satu alasan mengapa kita perlu memiliki asuransi. Saya berpendapat, tidak ada salahnya kita mengorbankan sedikit biaya liburan sebagai jaminan kenyamanan jika, amit amit loh ya, kita tanpa disangka-sangka terlibat dalam peristiwa yang tidak diinginkan.
Foto credit: wwwnc.cdc.gov