Hari ini, kami berangkat dari sekolah pada pukul 07:30. Tepat waktu sesuai dengan perkiraan kami. Selama kami berada didalam mobil aku merasa cukup sakit karena kita dipaksa untuk duduk berempat. Dibangku tengah aku duduk sedikit lebih maju karena kalau aku tidak maju sedikit maka kita tidak akan muat. Selama diperjalanan aku cukup sering membuat video untuk vlog ku nanti, mulai dari awal sebelum berangkat hingga pada saat sedang diperjalanan, aku cukup sering membuat video bahkan terlalu banyak sebenarnya. Setelah kami sampai ke soreang akhirnya Bintang pindah ke motor Kak Maul. Dari situ kami duduk serasa jauh lebih leluasa dibandingkan sebelumnya.
Akhirnya kita sampai di PPM, aku masih ingat betul bagaimana bentuk dan letak PPM. Dan pada saat kami pertama kali datang kami sudah merasa kedinginan, jauh lebih dingin dibandingkan Bandung di siang hari. Setelah mengeluarkan barang barang dari bagasi mobil kami langsung membawa barang barang tersebut ke depan lumbung utama. Pada akhirnya kamipun langsung beres beres membawa barang barang pribadi kami ke lumbung masing masing, setelah kami membawa semua barang barang pribadi kami, kami memutuskan untuk memakan bekal siang kami, karena kami merasa cukup lapar. Singkat cerita pada akhirnya kami selesai juga makannya, pada saat ini aku cukup ragu untuk menghabiskan makan siangku karena aku takut nanti siang aku lapar dan tidak ada makanan untuk dimakan. Namun akhirnya aku memutuskan untuk menghabiskannya saja.
Setelah makan kami kumpul lagi di lumbung utama pada pukul 10:30. Disana kami ngobrol ngobrol dengan Pak Vinan, setelah lama tidak bertemu dengan beliau, karena sebelumnya aku tidak ikut survei dengan teman teman lain karena sakit. Setelah ngobrol ngobrol menceritakan rencana apa saja yang akan kami lakukan digambung akhirnya kita bubar dan langsung ikut Pak Dayat memberi pupuk di kebun teh.
Setelah mengetahui bahwa kami akan berkerja di Kebun Teh, aku dan teman teman memilih untuk memakai sepatu saja dibandingkan nanti di gigit semut besar di kebun, karena pengalamanku pada saat waktu itu ke Gambung, digigit semut terasa sangat panas dan gatal. Pada akhirnya kami pun memberi pupuk untuk kebun teh, meskipun hanya sedikit itu terasa cukup capek karena jalan disananya susah. Setelah kami memberi pupuk di Kebun teh, akhirnya kami ikut Pak Dayat kebawah untuk menanah Kapol. Awalnya aku hanya berasumsi bahwa Kapol itu Kapolaga, dan ternyata benar. Pada saat megamburkan tanah aku merasa sangat lelah, dan sulit karena kami menggunakan garpu yang cukup berat. Namun akhirnya kami berhasil menanam 4 Kapol.
Setelah menanam Kapol akhirnya kami sempat beristirahat sebentar, ngobrol ngobrol. Setelah istirahat singkat itu akhirnya kami jalan lagi pergi ke tempat Sapi Pak Anwar. Disana kami rencananya mandiin sapi. Selama di perjalanan kami selalu bertanya tanya masih seberapa jauh lagi, kata orang orang sekitar sudah dekat, namun ternyata tidak terlalu dekat, sehingga hal tersebut menjadi pelajaran bagi kami untuk tidak terlalu percaya dengan orang orang sekitar, mungkin menurut mereka itu cepat dan dekat karena mereka menggunakan motor. Setelah akhirnya sampai dan bertemu dengan Pak Anwar, akhirnya kami langsung kekandang sapi untuk memandikan sapi. Jujur pada saat itu aku cukup ragu dan takut ketendang sapinya pada saat memandikan sapi tersebut. Namun akhirnya aku dapat melawan rasa takut itu, dan akhirnya aku menjadi orang pertama yang memegang, dan menyikat sapinya. Aku pribadi tidak terlalu jijik dengan kotoran sapinya. Aku lebih takut pada saat sapinya bergerak, namun akhirnya aku bisa juga bersihin sapinya dengan cukup baik. Setelah itu kami akhirnya naik lagi untuk meminum susu murni. Awalnya aku takut untuk mencoba karena takut sakit perut, namun pada saat aku mencoba nya sekali ternyata rasanya enak juga karena diberi gula aren sehingga rasanya manis.
Setelah minum susu akhirnya kita kembali ke PPM, salah satu pelajaran yang aku ambil pada hari ini adalah pada saat aku merasa takut untuk mandiin sapi, mungkin awalnya takut namun setelah 1 hingga 2 kali melakukan hal tersebut rasa takut tersebut akhirnya hilang. Jadi intinya kita harus bisa menembus tembok rasa takut yang menghalangi kita agar kita bisa lebih berkembang lagi, mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman kita.