AES 170 Refleksi Molooooo
Salah satu hal yang menjadi Smipa unik adalah Refleksi. Hampir disetiap jenjang kami melakukan refleksi. Buat apa sih gak ada guna banget bikin refleksi refleksi tiap tahunnya juga sama itu itu aja. Dulu aku sempat berpikir bahwa refleksi itu gak ada gunanya, karena mungkin dulu aku belum bisa berpikir dengan runut, dan belum tahu mau berubah bagaimana, dan mulai dari mana. Namun setelah akhir akhir ini aku jadi sering melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Aku merasa bahwa refleksi ini menjadi hal yang sangat penting, dan menjadi nilai plus selama aku di Smipa. Mungkin sekolah diluar sana tidak mengajarkan apa itu refleksi sehingga mereka sulit untuk berkembang karena tidak tahu apa yang kurang, dan apa yang harus dipertahankan karena sudah berjalan dengan baik.
Aku juga sempat berpikir, gimana caranya membuat refleksi kalau tidak 2 arah. Yang aku maksud adalah bagaimana cara membuat refleksi kalau tidak ada feedback, atau point of view dari orang lain. Karena selama ini kami membuat refleksi kami akan membahas hasil refleksi tersebut bersama Kakak atau di diskusikan secara barengan dalam forum di kelas. Kadang apa yang sudah direfleksikan sudah cocok dengan pengamatan Kakak, dan kadang juga belum. Oleh karena itu aku bingung bagaimana caranya refleksi dengan baik apabila tidak refleksi secara dua arah. Mungkin salah satu solusinya adalah ngobrol dengan keluarga, atau orang orang terdekat. Namun bagaimana kalo kita memang bukan tipe orang yang seterbuka itu dengan orang lain. Bagaimana kalau kita memang hidup sendiri di hutan dan perlu refleksi agar kita bisa tetap survive. Karena kita tidak pernah tahu 100% apakah yang sudah kita refleksikan itu sesuai dengan kenyataan di mata orang lain atau tidak.