AES 185 Pengabdi Setan.
Pada tanggal 17 Agustus kemarin, aku dan teman-teman kelompok Dulohupa menonton film yang akhir-akhir ini lagi booming banget, yaitu Pengabdi Setan. Meskipun aku tidak menonton film yang pertamanya aku memutuskan nonton film yang kedua ini karena rasa penasaran. Aku, Thania, Zacky, dan Bintang menonton film ini barengan. Sayangnya Haegen tidak bisa ikut karena lagi sakit kepala. Diantara kita berempat sebenarnya tidak ada yang berani untuk nonton Horror. Bahkan seorang Bintang saja takut pada saat aku tanya “Takut gak Bin?”. Setelah menonton Film ini aku tidak terlalu terbayang-bayang, dan sebenarnya tidak terlalu seram karena kurang relate dengan kehidupan sehari-hari berbeda dengan film KKN.
Bagiku sendiri film ini aku beri nilai rating 7/10 karena jumpscare-jumpscare nya yang benar-benar membuatku kaget dan sebenarnya jumpscare-jumpscare nya itu unexpected. Aku sangat kaget pada saat momen jumpscare pertama kali pada saat anak kecil sedang membuang sampah, disitu aku tidak expect bahwa akan ada jumpscare muncul dari belakang. Ceritanya juga kurang seru gimana, sebenarnya akan lebih seru jika penjelasan diakhir lebih menjelaskan apa yang telah terjadi. Karena penyelesaian konfliknya yang terlalu mudah dan terlalu cepat aku jadi kurang puas dengan film ini. Seperti biasanya hal yang aku tunggu-tunggu dari film horor adalah penjelasan di akhirnya yang menjelaskan kenapa bisa begini kenapa bisa begitu. Malah aku lebih takut pada saat mendengarkan cerita-cerita horor dari Kak Tema dibandingkan film ini. Selain horror film ini mengandung adegan “gore” banyak darah dan banyak mayat yang disorot dalam film ini. Yang dimana aku lebih takut untuk melihat mayat dibandingkan lihat hantu di filmnya. Hal yang membuat film ini berkesan adalah karena aku nonton film ini bareng dengan teman-teman sehingga rasa serunya dapet, ketawa-ketawanya juga dapat apalagi kita semua penakut wkwk.