Test.. check.. check 1.. 2.. 3.. ehem.. tulisan pertama di AES setelah bertahun-tahun Kak Andi memotivasi untuk nulis.. maafkan, Kak!
Kebetulan saat ini sedang ada kerjaan yang membuat saya perlu lebih mendalami beragam kecerdasan buatan (AI) yang ada saat ini dan bagaimana mereka bekerja (ChatGPT, Google Gemini, Perplexity, Claude, dsb). Sedikit cerita; kami dalam proses mengintegrasikan AI ke dalam produk teknologi yang sedang kami kembangkan.
Sebelumnya saya belum pernah sedalam ini mencoba memahami AI, mungkin awalnya karena kurang ketertarikan dan kurang ngulik. Mungkin saya termasuk orang yang konservatif dan nggak semangat menyambut tren AI. Saya hanya mikir AI ini just another Machine Learning (ML) yang overrated dan overhype. Tren sesaat.
Tapi faktanya nggak, AI is here to stay. So… we have to learn to co-exist.
Ke depan -diantara tulisan lain- kayaknya bakal nulis beberapa topik mengenai AI untuk sharing berdasarkan pengalaman langsung, baik sebagai pengguna pribadi, untuk keperluan bisnis dan pekerjaan, riset, hingga bagaimana pandangan saya terhadap AI sebagai generasi sekarang dan ortu dari generasi berikutnya -beberapa hari ini sudah sering juga saya diskusikan bersama putri saya, Akila. Pastinya generasi anak-anak kita (dan generasi berikutnya) yang akan sangat terdampak dari pesatnya perkembangan teknologi AI ini.
Nggak perlu nunggu AI menjadi produk teknologi yang dibayangkan seperti dalam film-film Terminator, I Robot, Blade Runner 2045 dsb, itu masih lama (tapi menurut saya nggak akan lama-lama juga sih, hahaha). AI ini sekarang sudah menyusup ke dalam kehidupan kita sehari-hari, suka atau tidak, sadar atau tidak.
Tidak dapat dibendung, sulit dihindari, tapi kita bisa berstrategi, bersikap dan bersiap.
Whoa. Nuhuun. Ternyata ada yg nulis ttg AI juga nih apalagi yg profesinya di bidang ini. Keren². Semoga berlanjut. 🙏🏼
Esai yg topiknya teknologi ada di sini Bud. ☝🏼😊https://ririungan.semipalar.sch.id/tags/teknologi