Tahun ini adalah tahun pertamaku membersamai proses belajar teman-teman SD kecil di Semipalar. Mulai dari membangun rutin yang berbeda dari biasanya hingga mencari sumber belajar baru bagiku agar selaras dalam proses di setiap harinya.Β Dulu aku pernah sampaikan di tulisanku bahwa aku tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya. Apakah aku akan bergabung disini atau tidak.
Ternyata aku melewati proses itu dan sampai pada titik dimana aku bergabung dengan tim. Ada hal yang aku khawatirkan tapi aku tidak mau itu menjadi beban. Mancoba menjadikan hal itu sebagai awalan aku harus apa saat ini. Tidak berekspektasi pada anak-anak adalah kunci yang kupegang saat ini. Meskipun beberapa kali gonta-ganti perencanan karena perlu disesuaikan dengan kondisi anak-anak di kelasku membuat aku semakin tersadar bahwa tidak semua anak memiliki kebutuhan yang sama, dan aku perlu banyak referensi agar tidak kebingungan.
Jika bisa dibilang, entah punya ilmu apa aku untuk bisa membersamai proses belajar mereka. Kesulitan dalam membuat perencanaan yang baik dan cocok untuk anak-anak adalah sebuah tantangan untuk-ku. Tidak banyak kontribusiku dalam membuat perencanaan. Setiap pulang dari sekolah selalu menemukan pertanyaan baru dan pertanyaan berulang. Apa yang kau punya dan perlu dipersiapkan untuk besok?
Setelah bertanya dengan diri sendiri, aku hanya menemukan satu hal yang menurutku akan bisa (selalu) aku bagi. Aku hanya bisa membagai keceriaanku dengan mereka di setiap pagi. Dengan menyapa mereka di setiap pagi, dan menebar senyum meskipun tertutup masker (aku yakin mereka tau jika kita tersenyum) semoga bisa membuat hari-hari mereka bersemangat membangun diri.Β
Nuhuun kak Dewi untuk tulisannya yang ke sembilan di awal TP18 ini. Semoga terus berbagi ya. Nanti akan jadi rangkaian catatan proses yang berharga di waktu-waktu mendatang. ππΌππΌ