Ini dia cerita hasil pertemuan saya dengan Ka Lyn, yang ibarat cahaya masuk dari lubang kecil di kamar yang suram…
NB : Bacanya ga usah terlalu serius ya!!!
Ada tiga tahapan olah pikir dalam diri manusia, INPUT, PROSES, dan OUTPUT. Input terjadi ketika ada sebuah informasi yang masuk, ada fokus, diperkuat dengan daya ingat, inilah yang kita sebut LITERASI. Dalam proses, ada kemampuan mengaitkan informasi, kemampuan menganalisis, dan menyimpulkan, erat kaitannya dengan kemampuan logika Matematika ya… Ini yang kita sebut NUMERASI. Yang menjadi output adalah bagaimana kemampuan dalam pengungkapan dalam berbagai bentuk; gagasan, ide, maupun karya. Disini kita bisa melihat KARAKTER seseorang kan… Bisa dipahami, pilar pendidikan Indonesia sudah mengarah pada sesuatu yang tepat, kan?! Ada secercah harapan…
Hal penting lainnya, di dalam output, jika ada masalah kita harus melihatnya secara holistik. Apakah prosesnya belum tepat, atau inputnya yang kurang. Dan, ajaibnya… Semua aspek saling berkaitan. Saya ambil contoh, seorang yang kreatif itu seperti apa sih? Imajinatif? Yes! Apa dengan pandai berimajinasi saja sudah dikatakan dia kreatif? Belum tentu… Apakah dia mampu merepresentasikan hasil imajinasinya dalam bentuk karya? Apakah dia mampu berkreasi, menghasilkan, merealisasikan imajinasinya? Disini ada keterkaitan dengan karakter (bagaimana dia berusaha, mencoba jika gagal, tekun, dll), berkaitan juga dengan nalar (kemampuan mengolah bahan), dan tentu berkaitan dengan aspek jasmani (kesiapan motorik).
Keren ya… Jika pendidik mampu mengaitkan semua aspek dalam diri peserta didik, sehingga mendapatkan simpulan peserta didik secara utuh.
Saat ini, saya sedang dalam mendapat tantangan dan mengalami proses ini. Sama sekali tidak mudah… Bahkan untuk saya yang bertahun-tahun berkecimpung di dunia pendidikan, bertahun-tahun membuat raport untuk anak, masih perlu belajar!! Tapi, tidak menjadi mustahil… Semua pasti bisa!! Hanya butuh proses dan latihan yang konsisten.
Nah,,, Bicara latihan yang konsisten… Saya mulai paham kenapa Ka Andy dan Ka Ahkam menggagas “atomic essay” ini… Untuk melatih… (ganti ah,,, melatih udah terlalu biasa… saya pake bahasa 'merangsang'). Pertama, merangsang nalar untuk mengaitkan semua aspek dalam diri anak dan menuangkannya dalam bahasa tulisan secara utuh. Kedua, merangsang nurani untuk lebih peka pada “rasa bahasa”… Bahasa penulisan, bahasa penyampaian.
Jadi… Semangat ya nulisnya!!! Gaspoollllllll… Jangan sampai kendor!!!
Salam,