AES 1243 Catatan Sejarah
joefelus
Thursday November 14 2024, 10:24 AM
AES 1243 Catatan Sejarah

Napas saya tiba-tiba tercekat dan jantung saya berdetak semakin cepat dan tidak karuan. Saya sadar akan sesuatu dan segera bangkit dan melihat ke salah satu dinding kecil dekat dapur. Benar saja. Saya lalai dan sesuatu yang penting lenyap. Segera saya meraih telepon genggam saya dan mulai mengetik. Meminta maaf ke Nina atas kelalaian saya. Pesan saya hingga saat ini belum dibaca karena Nina sedang ada ditengah rapat di kantor. Saya tidak tahu bagaimana reaksi dia nanti.

Ada bagian penting dari dinding itu yang igin kami preserve karena itu menjadi semacam bukti, semacam catatan dari pertumbuhan seseorang yang sangat penting dalam hidup kami. Rencananya bagian dari dinding itu akan dibiarkan tanpa disentuh bahkan akan kami beri frame. Sekarang semuanya hilang karena sudah bersih dan putih dicat oleh pekerja yang saya minta membersihkan semua dinding rumah untuk di cat ulang.

Saya begitu kecewa, sedih dan penuh dengan penyesalan bahwa pagi ini saya lalai. Saya tidak tahu bagaimana Nina nanti akan bereaksi dengan kekecewaannya. terus terang saya sama sekali tidak menyangka para pekerja ini mulai mengerjakan bagian dalam rumah. Saya tahu tadi pagi tapi tidak terlintas dalam pikiran saya bahwa dinding kecil itu akan digarap hari ini. Saya lalai, saya lupa dan catatan itu lenyap tanpa bisa dikembalikan seperti semula lagi.

Banyak orang mengatakan bahwa pada peristiwa-peristiwa tertentu seperti misalnya perkawinan, wisuda, dan sebagainya seringkali pada saat-saat itu seluruh benak dan pikiran mereka dibanjiri dengan banyak memori nostalgia yang relevan dengan peristiwa ini. Seperti misalnya ketika saya menghadiri acara wisuda SMA Kano, ketika dia masuk kegedung yang luas dalam arak-arakan yang panjang, saya tidak mampu menahan diri untuk kemudian membayangkan ketika dia masih kecil, ketika saya memandikan dia, membantu dia mengenakan pakaian dan sepatu, ketika saya mengantarkan dia ke sekolah untuk pertama kalinya dan lain sebagainya dan kini anak semata wayang ini telah menginjak kedewasaan.

Dalam beberapa hal, nostalgia ini menjadi semacam ukuran, semacam lintasan yang saya perhatikan dan telusuri dari masa ke masa sepanjang hidup, tidak hanya tentang diri sendiri atau orang-orang yang kita sayangi, pada saat ini yang ada dalam benak saya adalah kehidupan Kano. Dan salah satu catatan penting yang menggambarkan lintasan itu terhapus.

Apalah artinya sebidang dinding yang kotor itu jika bukan merupakan catatan akan perjalanan hidup seseorang? Ya, itu yang saya sesali, walau tentu saja itu hanya sebagian kecil yang ingin saya simpan dan saya lestarikan selama mungkin. Tentunya masih banyak bukti-bukti yang lain, tidak hanya sebidang ruang di dinding itu. Nah ini yang sedikit menghibur.

Beberapa saat yang lalu saya harus mulai membongkar benda-benda yang ada di beberapa lokasi. Semuanya ada di dalam kontainer-kontainer besar dan saya mulai menyortir mana yang akan disimpan dan mana yang harus saya lepaskan. Pernahkah teman-teman merasakan bahwa going through all those stuffs seperti kita sedang berjalan kaki menembus waktu? Saya menemukan sebuah T Shirt kecil yang sudah bernoda. Ketika memegang itu langsung terbayang secara jelas ketika saya sedang menggendong seorang anak yang mungil dan lucu dan memberi makan dia buah-buahan yang sudah dihaluskan. Sebagian makanan itu menetes ke kaos mungil itu dan sejarah mencatat peristiwa itu dalam bentuk noda-noda di situ.

"Bagaimana kalau kita frame?" Tanya Nina.

"Sure." Jawab saya tersenyum.

Kaos lusuh penuh noda itu menjadi sebuah catatan penting sejarah tentang sebuah kehidupan. Bendanya sendiri tidak ada harganya, jika diberikan pada orang lain, mungkin hanya akan menjadi lap pel atau bahkan dibuang. Tapi bagi saya dan Nina, benda ini memiliki nilai sentimentil yang sangat mendalam. Benda mungil bernoda itu adalah catatan kehidupan yang tidak tergantikan

Foto credit: pinterest.com