Pada bulan Februari ini aku mengikuti kelas Design for change bersama Bina Edukasi Indonesia. Pada kelas ini kami belajar mengenai bagaimana melakukan design thinking sebelum kami mau membuat sebuah bisnis. Kami juga praktek dari materi yang kami dapat hingga menjadi sebuah produk akhir. Seluruh kelas ini dibagi menjadi 4 pertemuan dengan topik yang berbeda-beda.
Pada pertemuan pertama kami mendapatkan materi mengenai Feel. Kami mencoba untuk merasakan masalah dan kerisauan apa saja yang ada pada lingkungan sekitar. Masing-masing dari kami mencoba menuliskan permasalahan yang ada. Setelah itu kami coba kategorisasikan karena ternyata ada beberapa permasalahan yang cukup mirip. Setelah itu kami berdiskusi untuk memilih satu topik. Yang menjadi tantang pada tahapan feel ini adalah untuk bisa menuangkan semua permasalahan yang ada dan juga untuk tidak membayangkan produk apa yang bisa jadi hasil akhirnya atau membayangkan solusinya sebelum menentukan masalah yang mau kami angkat.
Pertemuan kedua kami membahas mengenai imagine. Kami mencoba untuk membayangkan solusi yang dapat menyelesaikan masalah yang sudah kami tentukan sebelumnya. Setelah masing-masing dari kami menulis solusi dari permasalahan kemudian kami memilih solusi yang akan kami jadikan produk akhirnya. Proses ini berlangsung cukup cepat karena kami bisa menggabungkan seluruh solusi kami menjadi satu. Tantangan pada proses imagine ini adalah untuk berani mengeluarkan ide apapun yang kita miliki.
Pertemuan yang ketiga adalah do. Kami akan merealisasikan solusi yang sudah kami buat. Pada tahapan ini kami akan menentukan apa saya yang kami butuhkan, biaya yang dibutuhkan, peran yang dibutuhkan dan yang lainnya. Dan untuk tahapan terakhir ada share dimana kami akan mempresentasikan hasilnya dan membagikan proses belajar kami selama mengikuti kelas design for change ini.
Menurutku kelas design for change ini seru karena aku bisa belajar dan juga praktek langsung dari materi yang sudah kami dapat, yang membuat materi bisa lebih dipahami.