AES 14 - "Kontrak" Jiwa anak dan orang tua
Gunawan Muhtar
Sunday November 2 2025, 5:18 AM
AES 14 - "Kontrak" Jiwa anak dan orang tua

Secara spiritual, orang tua dan anak itu, bukan hanya hubungan biologis, melainkan proses evolusi kesadaran dua arah antara jiwa yang berperan menjadi anak, dan jiwa yang berperan sebagai orangtuanya.

Keduanya, baik anak atau orang tua, adalah kesadaran individu (jiwa) yang sedang mengalami pengalaman rasa dalam proses evolusi nya kembali melebur kedalam kesadaran semesta (anda boleh menyebutnya Tuhan, Bapa, Brahman, Allah, dll labelnya)

Tidak ada anak yang datang secara kebetulan, jiwa mereka secara sadar memilih siapa yang akan menjadi orang tua / keluarganya di bumi, didasarkan pada apakah orangtua/keluarga/lingkungan tersebut bisa menyediakan bentuk pengalaman rasa yang mereka perlukan.

Bahkan jika itu misalnya hanya hubungan yang singkat, seperti dalam kasus anak yang meninggal dalam kandungan atau sesaat setelah dilahirkan. Peristiwa ini bukanlah rangkaian acak, melainkan telah disepakati bersama dilevel jiwa secara presisi oleh keduabelah pihak untuk menghadirkan pengalaman rasa yang diperlukan antara anak yang meninggal dan orang tua yang ditinggalkan.

Artinya, baik anak atau orang tua pada dimensi yang lebih tinggi telah sepakat untuk memainkan peran ini bagi pertumbuhan evolusi kesadaran satu sama lain.

Didimensi ini, tidak ada pilihan baik atau buruk, penderitaan atau kebahagiaan, benar atau salah, dll karena konsep dualitas tidak eksis disana.

Jiwa pada frequensi tersebut memahami bahwa polaritas adalah ekspresi kesadaran semesta yang harus dialami, menjadi segala sesuatu adalah bentuk pengalaman rasa kesadaran agar kelak ia kembali menjadi kesadaran yang tunggal yang menyaksikan dirinya sebagai segala sesuatu.

Anak memilih orang tua yang keras / tidak bertanggung jawab misalnya, agar jiwanya belajar tentang keteguhan, penerimaan, perjuangan dan kasih tanpa syarat.

Orang tua memilih anak yang menantang (termasuk yang memiliki kekurangan secara fisik/mental) agar belajar tentang kesabaran, perjuangan, dan penerimaan tanpa syarat. Ini hanya contoh dua skenario permainan jiwa di bumi dalam peran orang tua dan anak yang tak terbatas kisahnya.

Dan pelajaran ini bisa dimainkan berulang ulang dalam banyak episode mereka dibumi, sampai tujuan dari pengalaman rasanya tercapai.

Dalam pandangan spiritual, anak kita, bukan milik kita, melainkan jiwa mandiri yang sedang berevolusi lewat pengalaman rasanya sebagai anak kita. Kita sejatinya bukan sedang membesarkan seorang anak, melainkan sedang sama sama belajar dengan jiwanya untuk bertumbuh dalam proses evolusi kita masing masing.

Disinilah pentingnya kita sebagai orang tua memahami, bahwa sebagai jiwa, anak terhubung dengan kita lewat getaran energi.

Emosi dan perasaan yang kita pancarkan secara langsung akan berpengaruh ke anak kita lewat vibrasi alam bawah sadar mereka.

Itulah sebabnya, secara alami, orang tua yang materialistik, akan cenderung punya anak yang juga materialistik. Orang tua yang dalam kesehariannya dipenuhi perasaan marah, kecemasan, dan semua perasaan vibrasi rendah lainnya, juga akan memapar anak dan orang disekitarnya dengan vibrasi serupa.

Maka penting sekali bagi kita yang saat ini memilih peran sebagai orang tua dalam kisah evolusi kita dibumi, untuk melihat lebih dalam kedalam diri kita sendiri, memperhatikan bentuk perasaan dan emosi yang selalu kita pancarkan dalam keseharian kita, karena itulah yang akan termanifestasi menjadi prilaku anak dan orang orang disekitar kita.

Sebagaimana diajarkan banyak ajaran spiritual dan dikonfirmasi para ilmuwan lewat fisika kuantum, bahwa perubahan makro kosmos, diawali oleh perubahan mikro kosmos didalam diri kita masing masing.

Mugia Rahayu Sagung Dumadi.

Andy Sutioso
@kak-andy   6 months ago
Sepakat Gunawan. Saya pertama dengar tentang hal ini dari Gobind Vashdev. Mengubah banyak hal dalam memandang peran kita sebagai orangtua πŸ™πŸΌπŸ˜‡
gunawanmch
@gunawan-muhtar   5 months ago
Selain Sadhguru dan Ohso, saya suka sekali pemahaman2 yang disampaikan Gobind Vashdev @kak-andy. Beliau banyak juga membagikan pemahaman2 universal mirip ajaran Sananda / Yesus
You May Also Like